Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

5 Bisnis Ini Tetap Untung saat Dolar AS Menguat, Strategi Cuan di Tengah Rupiah Melemah

Sukma Maharani Putri • Senin, 10 November 2025 | 03:15 WIB
harga emas antam
harga emas antam

Jawa Pos Radar Lawu - Kabar menguatnya dolar AS terhadap rupiah kerap memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha dan masyarakat.

Namun, di balik tekanan ekonomi, sebenarnya ada peluang besar untuk meraup keuntungan dari perubahan nilai tukar ini.

Menurut data JISDOR Bank Indonesia, pada 9 April 2025, nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp16.943 per dolar AS, dan bertahan di kisaran Rp16.800-an hingga pertengahan bulan.

Meski situasi tersebut berdampak pada sebagian sektor, beberapa bidang usaha justru menikmati efek positif dari kenaikan kurs dolar.

Berikut ini 5 bisnis yang tetap cuan bahkan bisa tumbuh pesat ketika dolar AS menguat.

1. Freelance Berpenghasilan Dolar 

Profesi freelance berbasis proyek internasional menjadi peluang emas di era digital.

Mulai dari penulis, desainer, penerjemah, hingga pengembang web, semua memiliki potensi penghasilan dalam dolar.

Kenaikan kurs otomatis meningkatkan pendapatan saat dikonversi ke rupiah.

Platform seperti Upwork, Fiverr, dan Freelancer.com bisa menjadi pintu masuk bagi para profesional Indonesia untuk menjangkau klien global.

Selain penghasilan tinggi, keunggulan lain dari freelance adalah jam kerja fleksibel dan bisa dilakukan dari mana saja.

2. Ekspor Ikan Hias 

Indonesia menempati posisi penting di pasar ikan hias dunia, terutama untuk jenis-jenis tropis langka yang diminati kolektor luar negeri.

Data Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI) menunjukkan nilai ekspor ikan hias nasional mencapai USD 65 juta sejak 2016.

Saat dolar menguat, keuntungan eksportir otomatis bertambah karena pembayaran dilakukan dalam mata uang asing.

Bisnis ini cocok bagi pelaku usaha yang hobi memelihara ikan dan ingin menjajal pasar global dengan modal relatif kecil.

3. Kerajinan Tangan 

Produk handmade khas Indonesia seperti ukiran kayu, perhiasan perak, anyaman bambu, dan batu mulia memiliki nilai jual tinggi di luar negeri.

Ketika rupiah melemah, harga produk menjadi lebih kompetitif bagi pembeli internasional.

Dengan dukungan marketplace global seperti Etsy dan eBay, para pengrajin kini dapat menjual langsung ke konsumen luar negeri dan menerima pembayaran dalam dolar AS, menjadikannya sumber cuan yang stabil di masa fluktuasi nilai tukar.

4. Bisnis Emas 

Kenaikan harga emas biasanya mengikuti pelemahan rupiah terhadap dolar.

Inilah alasan mengapa bisnis jual beli emas tetap diminati di saat ekonomi tidak stabil.

Baik dalam bentuk perhiasan maupun logam mulia, emas dianggap pelindung nilai (safe haven) yang mampu menjaga kekayaan dari inflasi.

Selain disimpan sebagai aset, pelaku bisnis bisa meraih untung dari selisih harga jual dan beli saat tren naik.

5. Agen Wisata Lokal 

Kenaikan dolar membuat biaya liburan ke Indonesia terasa lebih murah bagi turis mancanegara.

Fenomena ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha agen perjalanan, pemandu wisata, dan penyedia penginapan lokal.

Tak hanya itu, wisatawan domestik juga cenderung memilih berlibur di dalam negeri daripada ke luar negeri yang biayanya meningkat.

Dengan strategi promosi digital dan paket wisata kreatif, bisnis pariwisata lokal bisa tumbuh signifikan di tengah fluktuasi nilai tukar. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#investasi emas #ide bisnis #bisnis #kerajinan tangan