Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Idrus Marham Bela Bahlil dari Meme Rasis, Tapi Justru Jadi Sasaran Meme, Netizen Ungkit Kasus Korupsinya

Nur Wachid • Jumat, 31 Oktober 2025 | 22:55 WIB
wakil ketua golkar malah kena hujat netizan setelah bela ketua.
wakil ketua golkar malah kena hujat netizan setelah bela ketua.

Jawa Pos Radar Lawu— Setelah muncul membela Menteri ESDM sekaligus kader Golkar Bahlil Lahadalia yang menjadi korban meme rasis di media sosial, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham kini justru ikut jadi sorotan publik.

Tak hanya dikritik, Idrus bahkan dijadikan bahan meme baru dan kembali diingatkan soal kasus korupsi yang pernah menjeratnya.

Idrus mengecam keras pembuat meme yang menghina Bahlil dengan unsur rasis. Ia menyebut tindakan tersebut telah melewati batas moral dan kemanusiaan.

“Meme itu sudah menyangkut moral, etika kemanusiaan, dan martabat manusia. Ini bukan sekadar kritik, tapi penghinaan terhadap nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Idrus menilai bahwa di momentum Hari Sumpah Pemuda, semangat persatuan harusnya semakin kuat, bukan malah ternoda oleh ujaran kebencian berbasis identitas atau asal-usul seseorang.

Ia juga menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh menjadi alasan untuk melecehkan seseorang secara rasial.

Reaksi Netizen

Namun, setelah pernyataannya viral, netizen justru balik menjadikan Idrus bahan olok-olokan baru. Di berbagai platform media sosial khususnya tiktok dimana muncul sejumlah meme yang menyindir dirinya.

Beberapa di antaranya menampilkan potongan wajah Idrus dengan tulisan satir seperti “Ngomong moral tapi lupa masa lalu?” atau “Koruptor ceramah etika.”

Meme-meme itu dengan cepat menyebar dan menjadi bahan perbincangan hangat di jagat maya.

Selain dijadikan meme, banyak pula warganet yang mengungkit kembali kasus korupsi proyek PLTU Riau-1 yang pernah menjerat Idrus Marham pada tahun 2018.

Saat itu, Idrus terbukti menerima suap dan dijatuhi hukuman tiga tahun penjara sebelum akhirnya bebas bersyarat pada 2021.

Baca Juga: Ada Destinasi Wisata Baru Nih di Blitar! Yuk Jelajahi Jamburono Camping Ground

Salah satu komentar warganet menulis: “Yang ngomong soal moral harusnya bersih dulu dari korupsi.”
Ada juga yang menulis:
“Lucu, koruptor malah ceramah tentang etika dan kemanusiaan.”

Bahlil Pilih Maafkan, Idrus Kena Efek Balik

Sementara itu, Bahlil Lahadalia justru menunjukkan sikap berbeda. Ia mengatakan sudah memaafkan pembuat meme rasis yang menyerangnya.

“Bagi saya, itu tidak masalah. Saya sudah maafkan,” ujar Bahlil dalam keterangannya.

Namun, pembelaan dari Idrus yang berniat membela Bahlil justru berbalik arah. Banyak pengamat menilai bahwa di era media sosial seperti sekarang, publik lebih cepat menelusuri rekam jejak sebelum menilai kebenaran isi pernyataan. Akibatnya, fokus pembicaraan malah beralih dari isu rasisme ke masa lalu Idrus sendiri.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat digital kini semakin kritis. Pernyataan tentang moralitas dari tokoh publik akan selalu diukur dari rekam jejak pribadinya.

Masyarakat menganggap bahwa pembicaraan soal etika, moral, dan kemanusiaan akan terasa timpang jika diucapkan oleh figur dengan catatan hukum.

Meski demikian, sebagian warganet tetap menilai poin yang disampaikan Idrus soal bahaya rasisme tetap relevan dan perlu didukung, asal tidak disertai kepentingan politik atau pembenaran diri.

Kasus ini memperlihatkan ironi di dunia digital: seseorang yang membela nilai moral justru bisa menjadi korban meme baru karena masa lalunya sendiri.

Idrus Marham yang bermaksud membela Bahlil Lahadalia dari serangan rasis kini justru menjadi bulan-bulanan warganet, menjadi meme, disindir, dan diingatkan kembali sebagai mantan narapidana korupsi. (hamid-mg-uinpo/kid)

 

Editor : Nur Wachid
#Komentar #idrus marham #meme #viral #korupsi #bahlil lahadalia