Jawa Pos Radar Lawu - Indramayu bukan hanya surga pantai dan mangga, tapi juga surganya kuliner tradisional yang sarat cerita.
Dari sajian ringan seperti geblog hingga hidangan berat seperti pedesan entog, setiap gigitan menyimpan jejak budaya pesisir utara Jawa Barat.
Jangan lupa cicipi langsung saat liburan ke kota ini!
1. Nasi Lengko
Ikon kuliner Indramayu ini bisa kamu temukan di berbagai sudut kota.
Nasi Lengko disajikan dengan tahu goreng, tempe goreng, mentimun segar, daun kucai, serta siraman bumbu kacang yang gurih dan sedikit manis.
Cocok untuk sarapan atau makan siang ringan, nasi lengko jadi hidangan wajib bagi siapa pun yang berkunjung ke kota mangga.
2. Pindang Gombyang Manyung
Buat pencinta seafood, Pindang Gombyang Manyung adalah pilihan tepat.
Ikan manyung segar dimasak dengan kuah kuning pedas berpadu rempah seperti jahe, kunyit, dan lengkuas.
Rasa gurihnya makin kuat dengan tambahan belimbing wuluh yang memberi sensasi asam segar. Nikmat disantap panas-panas bersama nasi putih di warung pinggir jalan.
Baca Juga: 8 Wisata Edukasi Murah Meriah di Indramayu 2025: Liburan Seru, Dapat Ilmu, dan Banyak Spot Keren!
3. Rumbah
Sekilas mirip pecel, namun Rumbah punya rasa khas berkat bumbu dari kacang tanah, asam jawa, dan petis udang. Isian sayurnya beragam: taoge, kangkung, kacang panjang, dan kemangi.
Disajikan dengan lontong dan taburan bawang goreng, rumbah memberikan sensasi gurih-manis-asam yang pas di lidah.
4. Burbacek
Namanya unik, rasanya makin menggoda. Burbacek menggabungkan bubur beras putih lembut, rumbah berbumbu kacang, dan cecek (kulit sapi goreng) yang kenyal.
Disiram kuah santan gurih dan ditaburi bawang goreng.
Kuliner ini memberi sensasi pedas, creamy, dan gurih dalam satu piring.
5. Pedesan Entog
Pedesan Entog adalah menu favorit bagi penggemar masakan pedas.
Daging entog dimasak dengan rempah dan cabai melimpah, menghasilkan cita rasa pedas menyengat tapi nikmat.
Biasanya disajikan dengan nasi panas dan lalapan segar — dan hampir selalu ludes dalam waktu singkat di warung makan lokal.
6. Mie Ragit
Mie Ragit bukan sekadar mie biasa. Kuah santan dengan kaldu udang menciptakan aroma laut yang khas.
Mie ini disajikan dengan telur rebus, udang, dan bawang goreng, memberi sensasi creamy namun ringan. Cocok disantap sore hari atau sebagai hidangan keluarga.
7. Orog-Orog
Dulu hanya disajikan saat tahlilan hari ke-7, kini Orog-Orog mudah dijumpai di pasar tradisional Indramayu.
Terbuat dari tepung beras, kelapa parut, dan gula merah, jajanan ini punya tekstur lembut dengan cita rasa manis-gurih yang khas.
Cocok untuk camilan pagi.
8. Bubur Glintir
Bubur Glintir dibuat dari tepung beras yang dibentuk bulatan kecil lalu direbus dalam kuah gula merah dan santan.
Dulunya disajikan saat panen padi sebagai bentuk rasa syukur.
Kini, bubur glintir jadi kuliner nostalgia yang mudah ditemukan di pasar atau acara tradisional.
9. Geblog
Terbuat dari singkong parut goreng, Geblog disajikan dengan gula merah cair atau kelapa parut.
Rasanya manis legit dan gurih, cocok dinikmati segala usia.
Selain murah meriah, jajanan ini sering dijadikan oleh-oleh khas Indramayu.
10. Cimplo
Cimplo dulunya hanya hadir dalam upacara adat atau ritual tolak bala.
Terbuat dari tepung beras, tape singkong, gula, dan ragi, cimplo difermentasi lalu digoreng atau dipanggang.
Setelah matang, disajikan dengan gula merah cair dan santan.
Rasanya manis lembut dengan aroma fermentasi tape yang khas dan unik. (fin)
Editor : AA Arsyadani