Jawa Pos Radar Lawu - Setelah berbelanja pakaian atau menerima paket fesyen yang sudah lama ditunggu, banyak orang merasa tidak sabar untuk langsung memakainya.
Namun, kebiasaan ini ternyata dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan kulit.
Menurut ahli tekstil Frances Kozen dan Nomi Dale Kleinman dari laman Real Simple, sebaiknya pakaian baru tidak langsung digunakan tanpa dicuci terlebih dahulu.
“Sebaiknya jangan langsung dipakai,” tegas keduanya.
Pakaian baru sering kali mengandung sisa bahan kimia dari proses produksi, seperti pewarna, zat kanji, hingga pelembut kain yang membuatnya terlihat rapi saat dipajang di toko.
Zat-zat ini dapat memicu iritasi kulit, terutama bagi orang dengan kulit sensitif, bahkan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan reaksi alergi.
Selain itu, pakaian yang telah dicoba banyak orang di toko atau tersentuh saat proses pengemasan berpotensi membawa bakteri, jamur, atau virus.
Penelitian menunjukkan, mikroorganisme tersebut dapat bertahan di permukaan kain selama beberapa hari hingga berminggu-minggu.
Mencuci pakaian baru sebelum digunakan dapat menghilangkan sisa bahan kimia dan kuman, sekaligus membuat tekstur kain menjadi lebih lembut.
Cara ini juga efektif mengurangi risiko luntur pada pakaian berwarna gelap seperti jeans atau kaus merah.
Meski begitu, pakaian tertentu seperti jas atau pakaian dry clean only mungkin menjadi pengecualian.
Namun, untuk pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit seperti kaus, pakaian dalam, dan pakaian ketat, mencucinya sebelum dipakai sangat disarankan.
Agar pakaian tetap awet, para ahli juga menyarankan pencucian dengan air dingin dan pengeringan pada suhu rendah atau dijemur.
Kebiasaan sederhana ini dapat mencegah iritasi kulit dan menjaga pakaian tetap dalam kondisi terbaik. (fin)
Editor : AA Arsyadani