Jawa Pos Radar Lawu – Baca manga One Piece 1159 RAW menghadirkan salah satu pengungkapan terbesar sepanjang sejarah cerita.
Ternyata, Rocks D Xebec bukanlah nama sebenarnya, melainkan samaran untuk menutupi garis keturunan rahasia.
Pertemuan dengan Harald
Pengungkapan itu bermula saat Xebec bertemu dengan Harald perjalanan menuju God Valley.
Dalam percakapan keduanya, Xebec mengungkap alasannya datang ke sana yakni khawatir dengan keselamatan keluarganya.
Sebelumnya, Xebec telah mengirim Teach kecil dan istrinya ke God Valley yang merupakan tanah asal keluarga.
Namun, dengan turnamen God Valley, keselamatan mereka menjadi taruhannya.
Xebec dan Harald sempat bertarung. Sang Raja Elbaph mengalah agar Xebec bisa melanjutkan perjalanan.
Usai pertaruangan ini, baca manga One Piece 1159 RAW ungkap nama asli dari Xebec.
Rocks Bukan Nama Asli
Spoiler bab ini menjelaskan bahwa Rocks hanyalah nama samaran. Nama aslinya adalah Davy D Xebec, keturunan langsung dari klan Davy, sebuah keluarga yang hidup secara rahasia di dunia One Piece.
Penggunaan nama “Rocks” diyakini sebagai cara untuk melindungi garis keturunan tersebut dari incaran Pemerintah Dunia maupun pihak lain yang mengetahui sejarahnya.
Nenek Moyang Xebec Adalah Davy D Jones
Kejutan terbesar datang ketika terungkap bahwa nenek moyang Xebec adalah Davy D Jones, sosok legendaris yang dikenal sebagai bajak laut terkutuk.
Sebelumnya, dalam pertemuannya dengan Imu, Xebec pernah mengaku mengagumi Davy Jones.
Kini, alasan itu akhirnya jelas bahwasanya Davy Jones adalah leluhurnya sendiri.
Koneksi ini membuka dimensi baru dalam cerita. Nama Davy Jones yang selama ini hanya menjadi mitos di dunia nyata ternyata diintegrasikan Oda sebagai bagian dari sejarah dunia One Piece, dengan Xebec sebagai pewaris garis darahnya.
Implikasi Besar untuk Dunia One Piece
Pengungkapan ini bisa menjadi salah satu fondasi cerita terbesar menuju akhir saga.
Jika Xebec keturunan Davy Jones, maka misteri “klan Davy” bisa saja terkait erat dengan rahasia Abad Kekosongan, Will of D, dan sejarah para bajak laut kuno. (cor)
Editor : Andi Chorniawan