Jawa Pos Radar Lawu – Bagi yang aktif di gym sekaligus gemar berlari, cross-training running shoes adalah pilihan tepat.
Sepatu jenis ini dirancang untuk memberikan stabilitas saat latihan beban dan fleksibilitas saat cardio atau lari ringan.
Tidak seperti sepatu lari murni yang fokus pada bantalan jarak jauh, sepatu cross-training mengutamakan keseimbangan antara cushioning, daya cengkeram, dan dukungan lateral.
Berikut adalah rekomendasi sepatu cross-training terbaik di tahun 2025, berdasarkan ulasan para ahli, atlet, dan pengguna aktif.
- Reebok Nano X5
Reebok Nano X5 dianggap sebagai sepatu cross-training terbaik secara keseluruhan. Midsole EVA memberikan bantalan yang cukup tanpa mengorbankan stabilitas.
Sedangkan outsole Metasplit mendukung berbagai gerakan, mulai dari sprint singkat hingga squat berat. Sepatu ini menjadi favorit komunitas CrossFit berkat ketahanannya.
- Nike Metcon 8
Nike Metcon 8 adalah ikon di dunia CrossFit. Stabilitasnya luar biasa untuk angkat beban berat, sementara fleksibilitas di bagian forefoot membuatnya nyaman untuk latihan kardio singkat.
Outsole karet dengan pola traksi memberikan grip optimal di lantai gym maupun permukaan luar ruangan.
- Under Armour HOVR Rise 3
Dikenal ringan dan responsif, Under Armour HOVR Rise 3 menggabungkan bantalan teknologi HOVR yang mengembalikan energi di setiap langkah.
Cocok untuk sesi HIIT, plyometric, hingga latihan kekuatan ringan. Desainnya ramping sehingga juga nyaman dipakai kasual.
- NOBULL Outwork Edge
NOBULL dikenal sebagai brand premium untuk latihan fungsional. Seri Outwork Edge memiliki drop rendah (4 mm), outsole herringbone yang sangat mencengkeram, dan upper SuperFabric yang tahan abrasi.
Meski ventilasinya minim, daya tahannya luar biasa cocok untuk latihan berat di berbagai medan.
- Lululemon Strongfeel 3 & Chargefeel 3
Untuk yang mencari kenyamanan ekstra, Lululemon menawarkan Strongfeel 3 untuk stabilitas dan Chargefeel 3 untuk latihan dinamis.
Keduanya memiliki bantalan empuk, desain modern, dan cocok dipakai baik di gym maupun lari singkat.
- Puma Fuse 4.0
Puma Fuse 4.0 dirancang untuk stabilitas optimal saat squat dan deadlift, dengan outsole datar dan lebar.
Bantalan secukupnya membuatnya masih nyaman untuk jogging ringan setelah sesi angkat beban.
- Adidas Dropset 3
Adidas Dropset 3 adalah pilihan tepat bagi mereka yang mengutamakan stabilitas.
Midsole kaku membantu menjaga posisi kaki saat mengangkat beban, sementara upper mesh memberikan sirkulasi udara baik.
- Nike Free Metcon 6
Seri ini menggabungkan fleksibilitas khas Nike Free dengan stabilitas Metcon.
Cocok untuk latihan gabungan lari treadmill, box jump, hingga squat dalam satu sesi. Bobotnya ringan dan responsif.
- Brooks Ghost 1
Meski awalnya sepatu running, Brooks Ghost 16 cukup fleksibel digunakan untuk latihan gym ringan. Bantalan lembut, platform stabil, dan toe box luas membuatnya nyaman untuk lari sekaligus latihan kekuatan.
- Saucony Kinvara 15
Ringan dan stabil, Saucony Kinvara 15 cocok untuk pelari yang ingin sepatu multifungsi dari track lari ke gym tanpa perlu berganti sepatu.
Baca Juga: 10 Destinasi Wisata Pati Paling Instagramable dan Estetik, Bikin Feed Kamu Makin Kece!
Upper breathable membuat kaki tetap sejuk saat latihan intens.
Dari setiap merek sepatu punya keunggulan masing-masing. Sesuaikan pilihan dengan kebutuhan, gaya latihan, dan kenyamanan pribadi agar performa tetap maksimal. (win)
Editor : Riana M.