Jawa Pos Radar Lawu – Perasaan takut ditolak bukan sekadar rasa cemas biasa.
Bagi sebagian orang, rasa takut ini bisa begitu kuat hingga membatasi kehidupan sosial, menghambat karier, bahkan merusak hubungan pribadi.
Rasa takut ditolak atau fear of rejection ini bisa berubah menjadi gangguan kecemasan sosial apabila tidak segera diatasi.
Dikutip dari Medical News Today, Georgina Sturmer, seorang terapis dan anggota terdaftar di British Association for Counselling and Psychotherapy (BACP) menjelaskan bahwa fear of rejection dapat muncul dalam dua bentuk.
Sebagian orang berusaha keras menarik perhatian dan kasih sayang orang lain agar merasa aman.
Sebaliknya, ada yang memilih menjauhkan diri demi menghindari risiko ditolak.
Jika rasa takut ini terkait gangguan kecemasan sosial, gejala yang muncul bisa meliputi detak jantung cepat.
Wajah memerah, berkeringat, gemetar, pikiran mendadak kosong, mual, kesulitan berbicara atau menatap mata orang lain, hingga menghindari situasi sosial sama sekali.
Dalam jangka panjang, perilaku ini dapat mengisolasi diri dan menghambat perkembangan pribadi.
Penyebab Fear Of Rejection
Semua rasa takut yang kita miliki, entah takut ditolak, takut gagal, atau takut perubahan. Semuanya berakar pada keyakinan yang membatasi (limiting beliefs).
Penyebab rasa takut ditolak sering kali berakar pada pengalaman masa lalu, seperti penolakan di masa kecil, perundungan, atau kritik keras dari orang terdekat.
Kondisi ini diperparah oleh kebutuhan manusia akan kepastian (certainty).
Membuat kita menghindari risiko rasa sakit emosional meski harus mengorbankan kesempatan untuk tumbuh, mencintai, atau mencapai potensi diri.
Dampak Fear Of Rejection Pada Keseharian
Dampaknya pada perilaku bisa beragam.
Mulai dari kehilangan keaslian diri karena terlalu menjaga citra, menjadi people pleaser yang sulit berkata tidak, hingga pasif dalam menyampaikan kebutuhan.
Tak jarang, ketakutan ini berujung pada perilaku pasif-agresif, seperti menunda pekerjaan atau mengeluh secara tidak langsung.
Cara Mengatasi Fear of Rejection
Ada beberapa Langkah yang bisa kamu lakukan untuk belajar menghadapu dan mencegah perasaan takut ini
- Tingkatkan Self Regulated
Self regulated atau regulasi diri Adalah kemampuan untuk mengendalikan emosi dan perilaku diri.
Ini memiliki peran penting untuk menghadapi dan mengatasi rasa takut akan penolakan.
- Hadapi Rasa Takutmu
Menghindari diri dari pemicu rasa takut atau (avoidance coping) hanya akan memperburuk rasa takutmu.
Alih-alih menghindari, cobalah menempatkan dirimu di situasi tersebut dan menghadapinya.
- Kembangkan Ketangguhan (Resilience)
Cobalah untuk pelan-pelan bangkit kembali setalah mengalami kegagalan dengan kekuatan dan optimisme baru.
Dengan cara membangun rasa percaya diri, dukung diri dengan lingkungan sosial yang positif, serta merawat diri sendiri.
Menghadapi fear of rejection atau rasa takut ditolak memang tidak mudah, tetapi dengan kesadaran, cara yang yang tepat, dan dukungan yang memadai, siapa pun dapat belajar melepaskan diri dari perasaan ini. (*)
Editor : Riana M.