Jawa Pos Radar Lawu – Mengatakan tidak terkdag sulit dilakukan. Padahal jelas-jelas hati kita ingin menolak.
Kita selalu berusaha untuk menyenangkan semua orang meski diri sendiri lelah.
Kalau kamu sering merasa seperti ini, hati-hati, itu bisa jadi tanda kamu mengalami masalah boundaries atau batasan pribadi yang tidak sehat.
Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa berdampak besar pada kesehatan mental, emosi, bahkan kualitas hubungan.
Dalam psikologi, boundaries adalah garis tak terlihat yang membedakan batas diri dengan orang lain, baik secara emosional, fisik, mental, maupun sosial.
Beberapa tanda umum kamu mungkin punya masalah menetapkan batasan sehat antara lain:
- Takut mengecewakan orang lain sehingga selalu mengiyakan permintaan, meski sebenarnya tidak mau.
- Merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain sampai rela mengorbankan waktu dan energi demi memastikan mereka bahagia.
- Sering merasa lelah tanpa alasan jelas karena selalu mengutamakan kebutuhan orang lain di atas diri sendiri.
- Mudah dimanfaatkan karena enggan menegur atau menolak, bahkan saat tahu situasinya merugikan.
- Mudah kesal dan menyimpan rasa kesal karena jarang melakukan hal yang benar-benar diinginkan.
- Merasa kurang dihargai atau dihormati akibat terlalu sering mengalah.
- Sulit membuat keputusan untuk diri sendiri karena terbiasa mempertimbangkan keinginan orang lain terlebih dahulu.
- Bingung dengan identitas diri hingga tidak tahu apa yang sebenarnya disukai atau diinginkan.
Psikolog menyarankan beberapa langkah untuk memperbaiki boundary.
- Seperti belajar untuk mengatakan tidak, memahami kebutuhan diri, melatih komunikasi asertif, dan membangun rasa percaya diri.
- Boundary yang sehat bukan berarti menolak semua permintaan, tapi menjaga keseimbangan antara kebutuhan diri sendiri dengan hubungan sosial, sambil tetap menghormati orang lain.
- Memiliki batasan yang jelas tidak hanya melindungi kesehatan mental, tapi juga membantu kita membangun hubungan yang lebih sehat, saling menghargai, dan berlandaskan rasa hormat.
Ingat, menjaga diri bukan berarti egois, itu adalah bentuk mencintai diri sendiri atau self-love yang justru membuat kita bisa hadir lebih baik untuk orang lain. (*)
Editor : Riana M.