Jawa Pos Radar Lawu - Gigitan ular merupakan kondisi gawat darurat medis yang bisa berujung fatal jika tidak segera ditangani.
Setiap tahunnya, ribuan orang meninggal dunia akibat gigitan ular.
Bukan hanya karena bisa yang mematikan, tetapi juga karena faktor keterlambatan atau kesalahan dalam penanganan awal.
Langkah Pertolongan Pertama Jika Digigit Ular Berbisa:
1. Tetap Tenang dan Hubungi Layanan Medis: Jangan panik. Segera hubungi petugas medis terdekat untuk bantuan secepatnya.
2. Minimalkan Gerakan: Usahakan bagian tubuh yang tergigit tetap diam agar racun tidak menyebar cepat melalui sistem limfatik.
3. Posisikan Area Gigitan: Letakkan bagian tubuh yang tergigit lebih rendah dari jantung.
4. Lepaskan Aksesori dan Longgarkan Pakaian: Ini untuk mencegah tekanan tambahan saat terjadi pembengkakan.
5. Bersihkan Luka dengan Air Bersih: Cuci dengan air mengalir dan tutup dengan kain bersih. Jangan gunakan alkohol atau zat kimia lainnya.
Baca Juga: Bocah Pekalongan Digigit Ular Weling Meninggal Dunia
Pertolongan Jika Digigit Ular Tidak Berbisa:
-
Bersihkan luka dengan antiseptik.
-
Segera konsultasi ke fasilitas medis untuk suntikan tetanus atau obat pendukung lainnya.
-
Luka biasanya hanya menimbulkan bercak biru dan tidak menimbulkan gejala sistemik.
Hal yang Harus Dihindari ketika Digigit Ular:
-
Jangan hisap bisa dari luka: Racun menyebar melalui limfa, bukan darah, jadi menghisap luka tidak efektif.
-
Hindari mengikat luka terlalu kencang: Ini bisa menyebabkan kerusakan jaringan.
-
Jangan oleskan alkohol, bahan kimia, atau kompres es/panas ke luka.
-
Hindari pengobatan tradisional yang tidak terbukti medis.
Gejala Umum Gigitan Ular Berbisa:
-
Nyeri dan pembengkakan di sekitar luka.
-
Kulit kebiruan.
-
Pusing, mual, muntah, hingga kesulitan bernapas.