Banyak warganet yang penasaran, bagaimana bisa logo tersebut seolah “mengambang” tanpa bergerak, padahal mobil sedang melaju?
Fitur ini disebut center caps floaters, atau biasa dikenal dengan nama floating hub caps. Teknologi ini memang menjadi salah satu ciri khas Rolls-Royce yang tak hanya menonjolkan kemewahan, tetapi juga detail estetika tingkat tinggi.
“Pertama kali lihat, saya kira itu editan. Ternyata memang benar-benar real. Logonya tetap tegak dan nggak muter sama sekali,” tulis salah satu komentar warganet di TikTok yang telah ditonton lebih dari 5 juta kali.
Velg mobil umumnya ikut berputar saat roda berputar. Tapi Rolls-Royce mengembangkan sistem mekanis yang memungkinkan logo pada tutup velg (center cap) tetap berada pada posisi horizontal.
Logo tersebut dipasang pada dudukan khusus yang memiliki pemberat dan dipasang pada bearing, sehingga tetap seimbang dan tidak ikut berputar bersama roda.
Dengan prinsip kerja yang mirip gyroscope, center cap ini menggunakan gravitasi dan gaya sentrifugal untuk menjaga posisi logo tetap tegak.
Jadi, meskipun mobil melaju dengan kecepatan tinggi, logo Rolls-Royce tetap terlihat ‘diam’, seolah tidak terganggu oleh gerakan roda.
Teknologi ini mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang. Namun bagi pecinta otomotif.
Ini adalah contoh nyata bagaimana Rolls-Royce memperhatikan hal sekecil apapun untuk menciptakan pengalaman mewah.
Floaters ini juga menjadi simbol prestise dan eksklusivitas. Tak semua mobil mewah memilikinya, dan hanya merek-merek tertentu seperti Rolls-Royce yang menerapkan teknologi ini sebagai standar.
Karena viralnya teknologi ini, sejumlah produsen aksesoris mobil aftermarket mulai memproduksi floaters versi universal yang bisa dipasang di mobil lain.
Seperti Toyota, BMW, hingga Mercedes-Benz. Namun, tentu kualitas dan daya tahan belum tentu setara dengan buatan pabrikan aslinya. (osi/den)
Editor : Deni Kurniawan