Jawa Pos Radar Lawu – Di antara rimba motor trail kelas menengah, nama Kawasaki KLX 250 tak pernah benar-benar hilang gaungnya.
Sejak era awal 2000-an, motor ini sudah menjadi pilihan para petualang sejati—bukan sekadar buat gaya-gayaan, tapi karena ketangguhannya di medan ekstrem yang tak main-main.
Dibalut warna hijau khas Kawasaki yang mencolok, desain KLX 250 tak banyak berubah dari generasi ke generasi.
Namun, justru itu yang membuatnya ikonik. Bodinya ramping dan tinggi, dengan spatbor depan menjulang serta ground clearance hampir 30 cm.
Begitu melihat siluetnya dari kejauhan, siapapun tahu: ini bukan motor biasa, ini motor gunung.
Di balik tampilannya yang garang, Kawasaki KLX 250 mengusung mesin 249cc DOHC satu silinder, 4-tak, berpendingin cairan.
Tenaganya sekitar 24 HP—cukup besar untuk ukuran motor trail, tapi disalurkan dengan halus lewat transmisi 6 percepatan.
Torsi bawahnya juga terasa agresif, membuatnya gesit saat menaklukkan tanjakan berbatu atau jalur tanah berlumpur.
Meski top speed-nya hanya sekitar 130 km/jam, siapa pula yang butuh ngebut di tengah hutan?
Sektor suspensi adalah titik kuat utama KLX 250. Di depan, terpasang fork teleskopik 43 mm yang cukup panjang, sementara bagian belakang dilengkapi Uni-Trak monoshock yang bisa disetel sesuai kebutuhan pengendara.
Hasilnya, motor ini terasa stabil saat diajak melintasi rintangan. Bahkan untuk pemula yang baru menjajal trail, KLX 250 bisa memberi rasa percaya diri lebih saat menghadapi tanjakan curam maupun turunan licin.
Soal kenyamanan, tentu tergantung ekspektasi. Posisi duduknya tinggi—sekitar 890 mm—dan bobotnya sekitar 138 kg.
Bagi pengendara dengan tinggi badan di bawah 165 cm, bersiaplah jinjit. Tapi siapa pun yang sudah terbiasa dengan motor trail akan menyebut ini sebagai kompromi yang wajar demi suspensi panjang dan ground clearance tinggi.
Untuk konsumsi bahan bakar, KLX 250 terbilang efisien. Dengan gaya berkendara moderat, motor ini bisa menempuh jarak 25–30 km per liter.
Cukup irit untuk motor dengan bobot dan tenaga seperti ini. Apalagi dengan tangki bensin 7,7 liter, kamu bisa menjelajah jauh tanpa terlalu sering mampir pom bensin.
Kini di tahun 2025, harga on the road KLX 250 di wilayah Jakarta berkisar di angka Rp72 jutaan.
Memang bukan murah, tapi jika dibandingkan dengan performa dan daya tahan yang ditawarkan, motor ini termasuk layak secara value.
KLX 250 juga sangat mudah dimodifikasi—entah untuk keperluan balap, supermoto, atau sekadar gaya personal.
Namun, ada beberapa catatan: fitur modern seperti lampu LED, ABS, atau panel digital full color belum hadir.
Kawasaki tampaknya tetap mempertahankan kesan no-nonsense pada KLX 250—fokus pada fungsi, bukan fitur hiasan.
Untuk kamu yang ingin menjajal dunia off-road lebih dalam, atau butuh motor untuk medan berat seperti hutan, pegunungan, dan ladang, Kawasaki KLX 250 layak jadi pilihan utama.
Bukan sekadar motor, ini adalah alat bertahan hidup di jalur yang tak bisa dijangkau motor biasa. (tom/kid)
Editor : Nur Wachid