Jawa Pos Radar Lawu - Mesin mobil yang mengalami overheat bisa jadi mimpi buruk, apalagi kalau terjadi di tengah perjalanan.
Penyebab utamanya? Biasanya sih karena masalah pada sistem pendingin mesin.
Tapi tenang, kamu bisa cek sendiri kondisinya di rumah, bahkan tanpa perlu jadi montir!
Beberapa penyebab umum overheat antara lain: cairan pendingin tidak mengalir lancar, radiator bocor, water pump bermasalah, thermostat rusak, atau bahkan tutup radiator yang tidak bekerja optimal.
Kalau salah satu dari komponen ini bermasalah, suhu mesin bisa melonjak drastis.
Langkah Mudah Cek Sistem Pendingin Mobil Sendiri
- Pastikan Mesin dalam Keadaan Dingin
Lakukan pemeriksaan saat pagi hari atau saat mobil belum dipakai.
- Buka Kap Mesin & Nyalakan Mesin Mobil
Hidupkan mesin dan biarkan sampai suhu kerja tercapai, sekitar 80–90 derajat Celsius. Pastikan semua perangkat elektronik seperti AC, lampu, dan audio dalam kondisi mati.
- Perhatikan Kipas Radiator
Saat suhu mesin mulai naik, kipas radiator seharusnya otomatis menyala. Kalau tidak menyala, bisa jadi kipas rusak atau ada masalah di bagian relay.
- Cek Putaran Kipas
Kalau kipas menyala tapi putarannya lemah, itu tandanya kipas mulai bermasalah. Tapi jika putarannya kencang, tunggu sebentar.
- Perhatikan Siklus Hidup-Mati Kipas
Kipas radiator yang normal akan menyala saat suhu naik dan mati kembali saat suhu turun. Kalau kipas menyala terus tanpa henti, itu tanda ada gangguan pada sistem pendingin.
Baca Juga: Cara Cek Oli Transmisi Mobil Matic yang Benar: Penting untuk Hindari Kerusakan Mesin!
Kalau Ada Masalah, Segera Bawa ke Bengkel!
Jika kamu menemukan gejala aneh, seperti kipas tak kunjung mati atau suhu mesin tetap tinggi meski kipas menyala, bisa jadi ada penyumbatan di radiator, thermostat rusak, water pump jebol, atau tutup radiator bermasalah.
Jangan ditunda, segera bawa ke bengkel terpercaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Cek sistem pendingin mobil nggak sesulit yang dibayangkan.
Dengan sedikit ketelitian, kamu bisa mendeteksi potensi overheat sejak awal dan menghindari kerusakan mesin yang lebih parah. (fin)
Editor : AA Arsyadani