Jawa Pos Radar Lawu – Hampir semua orang setuju kalau anak nomor 2 laki-laki susah diatur. Tapi ternyata mereka susah diatur bukan tanpa sebab loh.
Sebagai orang tua menghadapi anak nomor 2 laki-laki emang suka bikin darah tinggi. Selain membutuhkan kesabaran, orang tua perlu tahu penyebab mereka susah diatur.
Tidak sedikit anak nomor 2 laki-laki merasa dikesampingkan. Apalagi kalau mereka punya kakak dan adik.
Ia kehilangan peran. Terlalu muda dianggap kakak, tapi ada yang lebih kecil untuk jadi adik.
Orang tua harus tahu kalau kehadiran mereka sama pentingnya jika dibandingkan kakak nomor satu, atau adik-adik di bawahnya.
Melansir dari popbela, berikut beberapa alasan anak nomor 2 susah diatur, beserta solusinya.
1. Kurang Perhatian
Anak laki-laki nomor 2 yang sulit diatur biasanya karena kurang mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya.
Apalagi kalau dia memiliki kakak atau adek. Membuat mereka lebih sering dikesampingkan. Dianggap kakak belum bisa, dianggap adik tapi ada yang lebih kecil.
Karena itulah mereka akhirnya bertingkah sulit diatur agar orang tuanya memberikan perhatian padanya.
Solusi:
Coba ajak mereka bicara dari hati ke hati. Apabila usia anak belum bisa diajak bicara bareng, ajarkan mereka kasih sayang.
Hubungkan keseharian orang tua dan anak adalah wujud saling menyayangi.
2. Aturan yang Tidak Jelas
Mempunyai kakak jelas akan dijadikan anak laki-laki nomor 2 sebagai perbandingan.
“Kalau kakak boleh naik sepeda, kenapa adek tidak boleh?”
“Kalau kakak boleh pegang pisau, kenapa adek tidak boleh?”
“Kalau kakak nggak dimarahi, kenapa adek dimarahi?”
Kalimat serupa pasti pernah orang tua temui.
Anak laki-laki nomor 2 jadi sulit diatur karena orang tua pilih kasih. Mereka menganggap aturan orang tua tidak jelas. Hanya sepihak kepadanya saja.
Solusi
Jangan hanya memberikan aturan, berikan penjelasan sesederhana mungkin agar mereka bisa mencernanya dengan baik.
Beritahu alasan kenapa mereka tidak boleh atau kenapa mereka harus.
3. Tidak Diajarkan Konsekuensi
Alasan berikutnya anak nomor 2 laki-laki sulit diatur karena dari kecil tidak diajarkan konsekuensi.
Orang tua terlalu memandang “skeptis” anak. Menganggap mereka nanti juga akan sendiri pada waktunya.
Padahal justru kebiasaan inilah yang membuat mereka sulit diatur. Mereka kerap memberontak karena tidak tahu konsekuensi yang menunggu di belakang.
Solusi:
Ajari mereka bentuk konsekuensi yang beragam sedini mungkin dari hal yang paling sepele. Hubungkan kepedulian orang tua dengan kasih sayang untuk kebaikan mereka.
4. Hukuman Fisik
Selanjutnya, orang tua terlalu sering memberikan hukuman fisik. Anak nomor 2 yang susah diatur tidak selalu bentuk ketidak tahuan.
Sangat mungkin mereka susah diatur karena bentuk pemberontakan.
Orang tua yang kasar sampai terlalu sering melakukan hukuman fisik membuat mereka memberontak.
Hukuman fisik menyebabkan dua hal; Kebal atau justru mengganggu mental mereka menjadi kecemasan dan depresi.
Tapi yang jelas terlalu sering memberikan hukuman fisik membuat mereka tidak menghargai orang tuanya lagi.
Solusi
Coba tanya mereka kenapa? Apa alasan mereka susah diatur? Apa mereka sudah tidak sayang orang tuanya?
Dari pertanyaan tersebut bisa diketahui sebab mereka bertindak sesuka hati tanpa harus memberikan mereka hukuman fisik.
5. Tidak Pernah Mendapatkan Pujian
Tidak pernah mendapatkan pujian juga bisa menyebabkan anak nomor 2 susah diatur.
Orang tua terlalu fokus pada masalah yang disebabkan anak nomor 2. Mereka lupa momen-momen di mana si anak berusaha keras membuat mereka bangga.
Solusi
Hargai setiap usaha anak dengan pujian. Tidak perlu hadiah yang besar atau perayaan. Cukup jadilah orang tua yang selalu ada di balik setiap usahanya lebih baik setiap harinya. (kid)
Editor : Nur Wachid