Jawa Pos Radar Lawu – Liburan cuma jadi wacana? Kenapa nggak coba jalan kaki? Ternyata jalan kaki teratur punya manfaat setara liburan. Cek manfaat jalan kaki menurut psikologi berikut.
Tidak perlu jauh-jauh, jalan kaki bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
Mengutip dari nuffieldhealth, jalan kaki adalah cara yang bagus untuk membangun kepercayaan diri dan mengembangkan hubungan antara kesehatan fisik dan mental kita.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan hubungan jalan kaki dengan kesehatan mental. Dari kaki ke hati, dari jalan-jalan ringan otak jadi ikut jalan.
Temukan manfaatn jalan kaki lainnya di bawah ini.
1. Mengurangi kecemasan
Secara alami, jalan kaki terbukti bisa menurunkan hormon kartisol atau hormon stres.
Hal ini tentu bisa mengurangi kecemasan dan ketakutan yang sedang kita alami. Apalagi kalau jalan kaki di alam bebas sambil menghirup udara segar.
Pada dasarnya, cemas adalah respon otak yang dipengaruhi dari cara kita menyikapi sebuah masalah.
Memberi jeda jalan kaki sebentar bukan berarti kita tidak menemukan solusi. Tapi terkadang solusi bisa datang sendiri secara alami saat kita berada di alam bebas dengan pikiran terbuka.
2. Memperbaiki suasana hati
Tidak harus olahraga berat, aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki bisa memicu tubuh mengeluarkan hormon endorfin atau hormon kebahagiaan.
Kita tidak perlu jauh-jauh liburan, atau mahal-mahal datang ke tempat hiburan. Cukup jalan kaki bisa membuat kita bahagia, merasa lebih rileks dan tenang.
Tidak perlu menunggu libur panjang, tidak butuh menabung berbulan-bulan. Jalan kaki bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.
3. Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi
Studi menunjukkan jalan kaki terbkti bisa meningkatkan fokus dan konsentrasi. Jalan kaki membuat kita sadar; beberapa hal baru kita lihat saat berjalan pelan.
Saat berjalan kaki tanpa distraksi (tanpa hp, tanpa gadget, tanpa mendengarkan musik, tanpa gangguan) kita akan mengarahkan fokus ke sekitar.
Kita bisa mendengar suara langkah kaki yang tak kita sadari saat buru-buru. Kita bisa mendengar suara burung di kejauhan yang tak kita dengar sebelumnya. Dan masih banyak hal lainnya.
Membiasakan jalan kaki secara tak langsung melatih fokus dan konsentrasi kita.
4. Membantu menyembuhkan depresi ringan
Jalan kaki ringan dan teratur ternyata bisa menyembuhkan depresi ringan.
Dari semua manfaat jalan kaki yang sudah disebutkan, siapa yang sangka kebiasaan kecil jalan kaki bisa memberikan dampak yang besar.
Dari kaki ke hati. Dari jalan-jalan bikin otak jalan. Orang yang mengalami depresi ringan jadi cenderung lebih mudah menggunakan rasional setelah terbiasa jalan kaki teratur.
5. Memperkuat koneksi sosial
Saat jalan kaki, meskipun sendirian, kita akan bertemu banyak orang. Kita kemudian bertegur sapa dengan mereka.
Kehangatan yang timbul dari interaksi sosial mengembalikan kita jadi manusia seutuhnya. Hangat kebersamaan dari hidup berdampingan akan sangat berhaga. Kemewahan yang menjauhkan kita dari rasa kesepian. (kid)
Editor : Nur Wachid