Jawa Pos Radar Lawu - Kambing dan domba sering dianggap sama.
Padahal keduanya memiliki perbedaan mencolok dari segi fisik, suara, perilaku, hingga fungsi.
Terutama saat musim kurban atau saat ingin beternak.
Penting bagi kita untuk mengetahui apa saja perbedaan antara kambing dan domba.
Berikut 7 perbedaan utama yang wajib kamu tahu!
1. Jenis dan Klasifikasi Ilmiah
Meski terlihat mirip, kambing dan domba berasal dari genus yang berbeda.
Kambing masuk dalam genus Capra, sedangkan domba masuk genus Ovis.
Keduanya sama-sama dari keluarga Bovidae, tapi jelas bukan hewan yang sama.
2. Bentuk Fisik Tak Sama
Kambing biasanya bertubuh lebih ramping dengan ekor mengarah ke atas.
Sementara domba cenderung gemuk dengan bulu tebal dan ekor menggantung ke bawah.
Domba juga sering memiliki tubuh lebih bulat karena lapisan wol-nya.
3. Suara yang Berbeda
Kambing mengeluarkan suara "mbek", sedangkan domba bersuara “baa”.
Ini bukan hanya lucu, tapi juga jadi cara mudah membedakannya di lapangan.
4. Perilaku dan Karakter
Kambing terkenal lebih penasaran, aktif, dan senang menjelajah.
Domba cenderung lebih penurut dan suka bergerombol.
Dalam dunia peternakan, domba lebih mudah digiring karena nalurinya mengikuti kawanan.
5. Fungsi dan Manfaat
Domba lebih banyak dimanfaatkan untuk wol di negara-negara seperti Australia dan Selandia Baru.
Kambing lebih populer untuk daging dan susu, terutama di negara-negara Asia dan Afrika.
6. Tahan Terhadap Lingkungan
Kambing bisa bertahan di medan yang lebih keras, seperti perbukitan atau daerah kering.
Domba lebih cocok hidup di padang rumput yang luas.
7. Penting untuk Kurban
Saat Idul Adha, penting memilih hewan kurban yang sesuai syariat dan kebutuhan.
Baik kambing maupun domba sah untuk kurban.
Namun pastikan kamu tahu jenis yang kamu beli agar tidak keliru.
Jangan lagi bingung antara kambing dan domba.
Mengetahui perbedaannya bukan hanya bermanfaat untuk keperluan kurban, tapi juga penting jika kamu berniat beternak atau sekadar ingin menambah wawasan.
Mana yang kamu pilih: kambing yang lincah atau domba yang kalem? (fin)
Editor : AA Arsyadani