Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Dekorasi Anyaman Bambu di Pernikahan Luna Maya-Maxime Bikin Takjub: Simbol Cinta, Budaya, dan Alam

Indi Wardani • Sabtu, 10 Mei 2025 | 19:35 WIB
Dekorasi anyaman unik di pernikahan Luna Maya dan Maxime bouttier
Dekorasi anyaman unik di pernikahan Luna Maya dan Maxime bouttier

Jawa Pos Radar Lawu - Pernikahan aktris dan model kenamaan Luna Maya dengan aktor Maxime Bouttier yang digelar di COMO Shambhala Estate, Ubud, Bali pada 7–8 Mei 2025, tak hanya menyita perhatian publik karena keintiman acara dan tamu undangan kelas atas, tetapi juga karena detail estetika yang luar biasa pada dekorasi pernikahan mereka.

Dengan latar hutan tropis Bali yang asri dan sejuk, dekorasi pernikahan ini tampil sebagai harmoni antara keindahan alam, nilai budaya lokal, dan gaya modern.

Elemen paling menonjol yang menyedot perhatian adalah penggunaan anyaman bambu dalam berbagai aspek desain.

Hal ini bukan sekadar gaya, tetapi memiliki filosofi mendalam.

Simbol Anyaman: Mengikat Cinta dan Tradisi

Baca Juga: Innova Diesel Cumi-Cumi Kalah! CB400 Super Four Bisa Tembus 190 km/jam? Ini Buktinya

Konsep dekorasi di tangan desainer Bimo Singgih ini terinspirasi dari filosofi ikatan, kehangatan keluarga, serta akar budaya.

Anyaman bambu yang digunakan bukan hanya sebagai estetika, melainkan sebagai simbol keterikatan antara dua individu, dua keluarga, bahkan antara manusia dan alam.

Bimo menjelaskan bahwa penggunaan material lokal seperti bambu, daun kelapa, dan bunga tropis bukan hanya mendukung konsep estetika natural, tetapi juga mengusung pesan keberlanjutan.

Semua elemen dekoratif yang digunakan berasal dari sekitar lokasi, memperkecil jejak karbon dan mencerminkan kesadaran ekologis pasangan pengantin.

“Konsepnya mindful celebration. Kita ingin semua yang dipakai di sini punya nyawa, punya makna. Bambu adalah simbol fleksibilitas dan kekuatan. Seperti hubungan Luna dan Maxime,” ujar Bimo.

Garden Wedding Penuh Filosofi

Upacara digelar dalam format garden wedding semi formal yang intim.

Bangku tamu berjejer rapi di bawah rindangnya pepohonan Ubud, sementara altar tempat ijab kabul dibuat dari susunan bambu dan kain putih tipis yang bergoyang lembut diterpa angin.

Dekorasi yang terkesan “sederhana” di permukaan justru menyimpan kompleksitas desain yang matang.

Elemen-elemen kecil seperti alas piring anyaman, signage dari kayu alami, hingga karangan bunga tropis lokal seperti heliconia dan anggrek menambah nuansa eksotis dan sangat personal.

Pernikahan Ramah Lingkungan dan Elegan

Konsep eco-conscious atau ramah lingkungan menjadi nilai yang ingin diangkat dalam pernikahan ini.

Tak ada plastik, tak ada bunga impor, dan limbah diminimalkan. “Semua yang digunakan bisa dikembalikan ke alam. Itu bagian dari visi mereka berdua,” lanjut Bimo.

Dengan demikian, pernikahan ini menjadi contoh bahwa kemewahan bisa tetap selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan.

Busana dan Souvenir yang Tak Kalah Mewah

Dalam prosesi akad nikah, Luna mengenakan kebaya lace modern berbordir rancangan Eddy Betty, dipadukan dengan kain batik bermotif Sidomulyo, simbol kemuliaan dan harapan kehidupan rumah tangga yang mapan.

Maxime tampil gagah dalam beskap hitam klasik yang juga dilengkapi kain batik serupa, menampilkan kekompakan visual dan filosofi.

Yang juga ramai diperbincangkan adalah souvenir eksklusif dari pernikahan mereka.

Para tamu menerima hampers mewah dalam tas anyaman bambu berisi tumbler Stanley, handuk Terry Palmer, dan body oil merek Libre.

Momen unboxing yang diunggah oleh Melaney Ricardo langsung viral di TikTok, dengan banyak netizen menyebut satu souvenir ini bernilai lebih dari Upah Minimum Regional (UMR) Yogyakarta.

Lebih dari Sekadar Pernikahan

Pernikahan Luna dan Maxime bukan sekadar perayaan cinta, tetapi juga perwujudan nilai-nilai: tentang menghormati budaya, menghargai alam, dan merayakan hubungan dalam keintiman yang tulus.

Semua unsur yang disusun dari dekorasi, lokasi, busana, hingga souvenir  menyampaikan pesan bahwa kesederhanaan yang ditata dengan hati bisa jauh lebih memikat daripada kemewahan tanpa makna.

Pernikahan ini menjadi inspirasi baru: bahwa cinta bisa dirayakan dengan bijaksana, penuh rasa, dan tetap menawan di mata dunia. (*)

Editor : Riana M.
#pernikahan #luna maya #maxime bouttier #dekorasi #anyaman