Jawa Pos Radar Lawu - Bagi pencinta motor klasik, menghidupkan mesin lewat engkol alias kick starter adalah ritual penuh gengsi.
Tapi di balik nuansa retro itu, ada risiko nyata yang tak boleh disepelekan—terutama jika motor yang dikendarai memiliki mesin berkompresi tinggi.
Salah teknik mengengkol bisa berujung cedera kaki.
Mulai dari betis memar, lutut terhentak, hingga kasus ekstrim seperti terkilir bahkan patah.
Rasio kompresi tinggi pada mesin membuat tekanan balik di ruang bakar meningkat drastis saat piston mencapai titik mati atas (top dead center).
Jika kick starter ditekan dari posisi yang tidak tepat, tekanan itu akan mendorong balik pedal engkol secara tiba-tiba.
Fenomena ini dikenal dengan istilah kickback, dan bisa sangat menyakitkan jika pengendara tidak siap.
Dikutip dari Motorcycle News (MCN), pengguna Royal Enfield Classic 350 versi karburator atau model-model retro lain seperti Norton Commando dan BSA Gold Star menyebut bahwa mengengkol motor tua berkompresi tinggi bisa berbahaya tanpa teknik yang benar.
Mereka menyarankan untuk selalu menemukan posisi kompresi terlebih dulu sebelum menendang engkol dengan tenaga penuh.
Tipsnya sederhana namun penting. Pertama, selalu gunakan alas kaki tertutup, idealnya sepatu bot atau sepatu riding.
Kedua, temukan titik kompresi dengan menekan engkol perlahan sampai terasa berat—tanda piston sedang berada di atas.
Setelah itu, tarik kembali ke posisi atas dan lakukan tendangan penuh.
Jangan pernah melakukan setengah-setengah, karena justru itu yang rawan membuat pedal memantul.
Beberapa motor klasik yang dikenal punya potensi kickback besar antara lain Royal Enfield Bullet 500, Honda CB750 hasil modifikasi kompresi tinggi, Yamaha XS650, dan BSA Gold Star.
Bahkan pada motor modern-retro yang masih menggunakan sistem engkol seperti versi karbu, risiko ini tetap ada jika sistem dekompresor tidak berfungsi optimal.
Kesimpulannya, mengengkol motor klasik bukan sekadar soal gaya, tapi soal teknik dan keamanan. Salah langkah bisa berakibat panjang.
Kalau belum terbiasa atau baru belajar, sebaiknya pelajari dulu cara kerja mesin dan posisi piston sebelum menginjak pedal starter.
Sebab, satu gerakan kecil bisa jadi penyebab cedera besar. (gar/kid)
Editor : Nur Wachid