Jawa Pos Radar Lawu – Pengacara Farhat Abbas kembali menjadi sorotan setelah secara blak-blakan mengungkap dugaan pemerasan yang diduga melibatkan nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), dalam skandal yang menyeret seorang wanita bernama Lisa Mariana.
Farhat menyebut bahwa ada pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan finansial melalui kasus yang kini ramai di media sosial.
Nama Lisa Mariana mendadak viral setelah ia mempublikasikan sejumlah bukti yang diklaim sebagai percakapannya dengan Ridwan Kamil, termasuk foto, tangkapan layar, dan video call.
Dalam pengakuannya, Lisa menyebut pernah memiliki hubungan spesial dengan RK yang berlangsung sejak 2019 dan mengklaim memiliki seorang anak dari hubungan tersebut.
Lisa juga menuturkan bahwa ia beberapa kali mendapat tekanan untuk tidak membongkar kisah ini.
Ia menyebut bahwa tim dari istri RK, Atalia Praratya, sempat menawarkan uang sebesar Rp2,5 miliar agar ia mau berhenti mempublikasikan hal-hal terkait kasus ini.
Menanggapi kasus ini, Farhat Abbas menduga bahwa telah terjadi pemerasan terhadap RK. Ia meminta agar aparat penegak hukum turun tangan menyelidiki semua pihak yang terlibat dalam perkara ini.
“Ada dugaan kuat bahwa ini bukan semata soal hubungan pribadi, tapi sudah mengarah ke pemerasan. Negara tidak boleh diam,” ujar Farhat dalam sebuah wawancara yang kini beredar luas di media sosial.
Farhat juga menyoroti penyebaran informasi yang belum tentu terbukti, yang menurutnya bisa merusak reputasi seseorang tanpa adanya proses hukum yang jelas.
Pihak Ridwan Kamil melalui kuasa hukumnya, Muslim Jaya Butar Butar, dengan tegas membantah seluruh tuduhan.
Ia menyebut bahwa kliennya hanya pernah bertemu dengan Lisa dalam rangka urusan pendidikan dan tidak memiliki hubungan personal apa pun.
“Kami sudah menyiapkan langkah hukum. Ini sudah masuk ranah pencemaran nama baik dan penyebaran hoaks,” ujar Muslim Jaya kepada media.
Pihak RK juga mempertanyakan motif Lisa mengangkat kembali isu ini, yang menurut mereka telah selesai sejak empat tahun lalu.
Mereka menilai hal ini merupakan serangan personal yang dimanfaatkan untuk mencari keuntungan tertentu.
Lisa Mariana dalam berbagai unggahan di akun pribadinya mengaku mendapat tekanan dari berbagai pihak setelah mengungkap hubungannya dengan RK.
Bahkan, ia menyebut ibunya sempat mengalami stroke karena intimidasi yang diterima.
Menurut Lisa, ibunya dipaksa menandatangani surat pernyataan bahwa Lisa telah berbohong.
Lisa juga menyebut dirinya dibentak dan diancam oleh orang-orang yang mengaku mewakili RK saat ia tengah hamil.
Hingga kini, belum ada laporan resmi dari pihak Lisa maupun RK ke kepolisian, namun masing-masing pihak menyatakan siap menempuh jalur hukum.
Masyarakat pun diimbau untuk menunggu proses hukum dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi sepihak.
Pakar hukum dan media menyebut kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan tokoh publik dan menyentuh isu privasi, etika media sosial, dan penyalahgunaan kekuasaan. (*)
Editor : Riana M.