Jawa Pos Radar Lawu - Microsleep yang terjadi saat mengemudi kendaraan ketika mudik lebaran bisa berakibat fatal. Ada beberapa upaya yang bisa anda lakukan untuk mencegah kondisi tersebut.
Kondisi microsleep sering kali menyerang pengemudi yang sedang menempuh perjalanan jarak jauh. Kondisi ini ditandai ketika seseorang tertidur sebentar tanpa sadar, baik itu ketika sedang mengemudi maupun melakukan aktivitas lain, yang memerlukan konsentrasi tinggi.
Dalam kondisi microsleep, otak secara tiba-tiba ‘beristirahat’ sementara di waktu yang sama dan kedua mata tetap terbuka. Selama microsleep, seseorang cenderung tidak merespons lingkungan sekitar sehingga dapat meningkatkan resiko kecelakaan.
Biasanya microsleep disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya istirahat, merasa bosan.
Berikut adalah tips ampuh mencegah microsleep selama perjalanan mudik :
Menjaga Kondisi Tubuh
Pentingnya untuk memastikan tubuh berada dalam kondisi yang prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
Beberapa jam sebelum keberangkatan, hindari makanan berat yang dapat memicu kantuk. Sediakan pula air putih hangat agar tubuh tetap terhidrasi.
Istirahat yang Cukup Sebelum Berangkat
Salah satu penyebab utama microsleep adalah kurangnya waktu istirahat.
Oleh karena itu, jangan sampai kamu kekurangan waktu tidur ketika ingin melakukan perjalanan jarak jauh. Usahakan tidur 7-8 jam agar tidak mengantuk selama perjalanan.
Membuat Jadwal Perjalanan
Selain memastikan kondisi tubuh dalam keadaan yang baik, membagi waktu perjalanan juga diperlukan.
Jangan memaksakan diri untuk terus mengemudi terlalu lama. Sebaiknya, beristirahat setiap 2-3 jam agar kondisi otak tetap segar.
Baca Juga: Rangking FIFA Indonesia Tambah 16,57 Poin Usai Kalahkan Bahrain
Cegah Kebosanan
Mengingat kondisi microsleep juga disebabkan oleh faktor kebosanan, anda dapat mencegah hal ini dengan mendengarkan radio maupun menyiapkan playlist musik favorit.
Selain itu anda juga bisa meminta keluarga atau teman lainnya untuk mengajakmu mengobrol agar tak mudah bosan
Mengemudi Secara Bergantian
Mengemudi secara bergantian bila kondisi tubuh sudah merasa lelah atau kantuk.
Hal ini tidak hanya dapat membantu untuk mengurangi rasa lelah saja, tapi juga meningkatkan keselamatan bagi penumpang maupun pengguna jalan lainnya. (aris-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid