Jawa Pos Radar Lawu – Terkadang parfum digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri seseorang.
Namun, yang perlu diperhatikan dan diingat adalah tidak semua parfum aman untuk kesehatan.
Beberapa diantaranya justru dapat menimbulkan efek negatif, seperti iritasi kulit, gangguan hormon hingga risiko kanker.
Sayangnya, banyak dari bahan berbahaya ini tidak dicantumkan secara jelas dalam daftar kandungan, sering kali hanya tertera sebagai fragrance atau parfum pada label produk.
Berikut adalah beberapa bahan kimia yang sebaiknya kamu waspadai dan hindari ketika hendak membeli parfum:
- Phthalates
Bahan ini kerap digunakan untuk membuat aroma parfum tahan lama. Sayangnya, phthalates dikenal sebagai pengganggu hormon yang dapat memengaruhi keseimbangan hormonal dalam tubuh.
- Styrene
Styrene dikategorikan sebagai karsinogen oleh National Academy of Science.
Efek sampinya sendiri dapat meningkatkan risiko kanker, mengiritasi mata dan saluran pernapasan, serta berpotensi menyebabkan gangguan pada sistem saraf.
- Benzaldehyde
Bahan ini kerap ditambahkan untuk memberikan aroma manis. Sayangnya, bahan ini justru dapat menyebabkan iritasi serta gejala seperti sakit kepala dan mual.
- Musk Ketone
Musk ketone adalah salah satu bahan sintetis yang sering digunakan sebagai pengganti musk alami. Laporan menunjukkan bahwa bahan ini dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh.
- Benzyl Acetate
Meski dikenal dengan aromanya yang menyenangkan, bahan ini juga dapat memicu terjadinya iritasi pada pernapasan.
Baca Juga: Pantai Indrayanti: Daya Tarik, Fasilitas, Harga Tiket Masuk, Jam Operasional, dan Rute
- Ethyl Acetate
Tergolong sebagai pelarut dalam parfum, bahan ini ternyata dapat menyebabkan masalah pernapasan jika terhirup dalam jangka panjang.
- Camphor
Memiliki aroma yang tajam, camphor sendiri sering digunakan dalam parfum. Namun, campor memiliki efek neurotoksik yang dapat menyebabkan kejang, pusing, dan kebingungan.
- Methylene Chloride
Meskipun FDA telah melarang penggunaannya dalam produk kecantikan, bahan ini masih ditemukan dalam beberapa parfum.
Bahan ini juga dapat menyebabkan kanker dan gangguan fungsi hati serta ginjal.
- Paraben
Paraben sering digunakan sebagai pengawet. Namun, paraben dapat meniru hormon estrogen, yang berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara.
- Toluene
Selain digunakan untuk menstabilkan aroma, toluene juga dikategorikan sebagai limbah berbahaya yang dapat meningkatkan risiko kanker dan efek neurotoksik.
Cara Memilih Parfum yang Aman
Untuk memilih parfum yang aman, perhatikan beberapa hal, seperti carilah label vegan atau cruelty-free. Parfum ini biasanya bebas dari bahan kimia yang berbahaya.
Selain itu, hindari membeli parfum yang memiliki kandungan phthalates, paraben, atau toluene. Selalu cek label produk sebelum membeli.
Terakhir, pilih parfum berbahan alami yang berbasis essential oil atau bahan organik. (*)
Editor : Riana M.