Jawa Pos Radar Lawu – Di tengah kesibukannya sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas PGRI Madiun (Unipma), Siska Diana Sari menemukan ketenangan dan kepuasan melalui aktivitas berkebun.
Bagi Siska, berkebun bukan sekadar hobi, tetapi juga menjadi cara untuk menyeimbangkan pikiran setelah berhadapan dengan berbagai tanggung jawab akademik.
"Sejak masih kuliah, saya memang suka berkebun, terutama menanam sayuran," ujar Siska.
Baginya, melihat tanaman tumbuh dan berkembang memberikan rasa kepuasan tersendiri.
Belajar Berkebun Secara Otodidak
Meski tidak memiliki latar belakang akademik di bidang pertanian, Siska belajar teknik menanam secara otodidak.
Ia mengandalkan buku, diskusi dengan sesama pehobi berkebun serta berbagi wawasan dengan dosen biologi untuk memperdalam pengetahuannya tentang teknik budidaya tanaman.
"Saya sering sharing dengan dosen biologi dan belajar dari pengalaman mereka. Jadi, setiap hari selalu ada hal baru yang saya pelajari," tambahnya.
Selain menjadi kegiatan yang menyenangkan, berkebun juga memberikan manfaat lain, terutama dalam hal ketahanan pangan dan kesehatan.
Siska mengaku menikmati hasil panennya sendiri, yang tentunya lebih segar dan sehat dibandingkan sayuran yang dibeli di pasar.
"Alhamdulillah, saya bisa menikmati hasil panen sendiri. Selain lebih sehat, saya juga lebih yakin dengan kualitasnya," ungkapnya.
Bagi Siska, berkebun bukan hanya tentang menanam dan panen, tetapi juga tentang proses menikmati waktu dengan alam.
Aktivitas ini membantunya meredakan stres dan meningkatkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Dengan semangat belajar dan ketekunan, siapa pun bisa mulai berkebun, bahkan dari nol.
"Tidak harus punya lahan luas, cukup memanfaatkan pekarangan rumah atau metode hidroponik," tutupnya. (ti8/isd/ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira