Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Munculkan Sabra Superhero asal Israel, Publik Ancam Boikot Film Captain America Brave New World, Ini Klarifikasi Marvel

Ockta Prana Lagawira • Kamis, 13 Februari 2025 | 02:53 WIB
Kemunculan Sabra picu kontroversi film Captain America Brave New World.
Kemunculan Sabra picu kontroversi film Captain America Brave New World.

Jawa Pos Radar Lawu – Marvel Studios menjadi sorotan setelah mengumumkan perubahan judul Captain America 4 menjadi Captain America Brave New World.

Namun, yang lebih menghebohkan adalah kehadiran karakter Sabra, superhero asal Israel yang dalam komiknya merupakan agen intelijen Mossad.

Karakter ini langsung memicu kontroversi global, terutama karena latar belakangnya yang berhubungan dengan konflik geopolitik Timur Tengah.

Apa sebenarnya peran Sabra di film ini? Mengapa banyak pihak menuntut boikot Captain America 4

Informasi dari berbagai sumber, Sabra pertama kali muncul dalam komik The Incredible Hulk #256 (1981) dengan nama asli Ruth Bat-Seraph.

Dia adalah mutan dengan kekuatan super, kecepatan tinggi, serta daya tahan tubuh luar biasa.

Dalam cerita Marvel, Sabra adalah agen Mossad, badan intelijen Israel, yang bertugas melindungi negaranya dari ancaman teroris.

Di Israel sendiri, istilah "Sabra" memiliki makna khusus, merujuk pada orang Yahudi yang lahir di wilayah Palestina sebelum berdirinya Israel pada 1948.

Namun, nama ini juga dikaitkan dengan tragedi Sabra dan Shatila tahun 1982.

Kala itu, ribuan pengungsi Palestina dibantai oleh milisi Phalange Lebanon dengan dukungan militer Israel.

Dengan latar belakang sejarah yang begitu kompleks, tak heran jika kehadiran Sabra di Captain America Brave New World langsung memicu kontroversi.

 

Karakter Sabra Menuai Pro dan Kontra

Sejak pengumuman keterlibatan Sabra dalam film Captain America Brave New World, reaksi keras muncul dari berbagai pihak.

Pendukung Israel menyambut baik kehadiran Sabra sebagai representasi superhero Israel di MCU.

Namun, mereka kecewa karena Marvel dilaporkan mengubah latar belakang karakter ini agar tidak lagi menjadi agen Mossad.

Karakter Sabra akan mengalami perubahan signifikan dibandingkan versi komik.

Dia tidak akan menjadi agen Mossad seperti di cerita asli. 

Perannya dalam film akan disesuaikan dengan visi MCU agar lebih inklusif dan tidak menyinggung isu geopolitik sensitif.

Bahkan, ada kemungkinan nama "Sabra" tidak akan digunakan secara eksplisit dalam film.

"MCU selalu menyesuaikan karakter agar relevan dengan audiens global dan tidak memicu konflik yang tidak perlu," demikian pernyataan resmi dari Marvel Studios.

Meskipun Marvel mencoba meredam kontroversi, keputusan ini tetap memicu reaksi dari penggemar komik yang menginginkan adaptasi yang lebih setia terhadap materi asli.

Marvel Studios telah berusaha menyeimbangkan representasi karakter tanpa menyinggung konflik politik tertentu.

Namun, apakah langkah ini cukup untuk menghindari boikot dan kontroversi lebih lanjut?

Dengan rencana rilis pada 2025, masih ada waktu bagi Marvel untuk menyusun strategi pemasaran agar film ini tetap menarik tanpa terjebak dalam polemik politik. 

Apakah Captain America Brave New World akan sukses seperti pendahulunya atau justru menghadapi gelombang boikot besar-besaran?

Kita tunggu perkembangan selanjutnya! (ota)

Editor : Andi Chorniawan
#film #Sabra #Israel #marvel #superhero #Captain America Brave New World