Jawa Pos Radar Lawu – Iris Wullur mengaku mendapat serangan bertubi-tubi dari hacker serta tekanan untuk menghapus video yang ia unggah di media sosial.
Video tersebut berisi tentang curhatan Iris Wullur soal skandal perselingkuhan suaminya, Andreas Wullur.
Melalui unggahan di TikTok Story, Iris membagikan keluhannya terkait serangan siber yang ia alami.
Ia mengaku banyak pihak yang menghubunginya agar segera menghapus video yang membongkar perselingkuhan suaminya.
"Guys, setelah aku update kemarin, banyak banget yang hubungin aku untuk take down video," tulis Iris dalam unggahannya.
Tak hanya itu, Iris juga menyebut ada pihak yang berusaha mempercepat status perceraian suaminya tanpa mempertimbangkan hak-haknya sebagai istri dan ibu dari anak-anak mereka.
"Yang parahnya lagi, orang itu pengen cepet-cepet mengejar statusnya single, tanpa memikirkan hak gue sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya," lanjutnya.
Iris Wullur Diintimidasi Usai Bongkar Skandal Suami
Sejak video perselingkuhan Andreas Wullur viral, Iris mengaku mulai merasa tidak aman. Ia bahkan mengungkap kekhawatirannya setelah membongkar dugaan hubungan suaminya dengan seorang wanita yang disebut-sebut anak konglomerat.
Meskipun banyak warganet yang mendukungnya, tak sedikit pula yang menuding Iris hanya mencari perhatian dan sensasi.
Namun, Iris menegaskan bahwa apa yang ia lakukan semata-mata untuk membela haknya dan anak-anaknya.
Pihak Andreas Wullur sendiri hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan yang dilontarkan oleh Iris.
Unggahan Iris langsung mendapat berbagai respons dari warganet.
Banyak yang mengecam tindakan hacker dan orang-orang yang berusaha menekan Iris untuk menarik videonya.
Di sisi lain, beberapa pihak menduga ada upaya untuk menutupi skandal ini mengingat wanita yang diduga menjadi selingkuhan Andreas berasal dari keluarga terpandang.
Apakah Iris Wullur akan mengambil langkah hukum? Publik menunggu perkembangan lebih lanjut dari kasus skandal perselingkuhan suami yang makin panas ini. (kid)
Editor : Nur Wachid