Jawa Pos Radar Lawu – Bibelot, kepala Perpustakaan Burung Hantu Elbaph, menarik perhatian penggemar setelah muncul di manga One Piece 1135.
Dengan kekuatan uniknya, muncul teori bahwa Bibelot punya peran besar dalam sejarah dunia One Piece.
Dalam cerita manga One Piece 1135, Bibelot si burung hantu itu diketahui memakan Iku Iku no Mi.
Buah iblis itu memberinya kemampuan untuk memperbesar benda-benda tertentu.
Saat ini, kekuatannya hanya terlihat digunakan untuk memperbesar buku-buku di perpustakaannya.
Namun, teori penggemar menyebutkan bahwa kekuatannya mungkin tidak terbatas pada buku saja.
Apakah Bibelot juga memiliki kemampuan untuk mengubah manusia menjadi raksasa?
Jika iya, ini bisa menjelaskan hubungan unik antara Ripley, seorang raksasa, dan suaminya yang seorang manusia.
Kekuatan Bibelot mungkin membantu mereka untuk memiliki keturunan, yakni Colon, anak berdarah setengah raksasa dan manusia.
Tubuh manusia itu diperbesar untuk membantu proses reproduksi dengan Ripley.
Bibelot Sahabat JoyBoy?
Selain kekuatannya, usia panjang Bibelot juga menjadi sorotan di manga One Piece 1135.
Dikatakan bahwa Bibelot telah hidup selama ratusan tahun.
Meski belum dijelaskan secara eksplisit, mungkin saja hidup sejak zaman JoyBoy.
Penggemar menduga bahwa Bibelot memiliki hubungan dengan JoyBoy.
Seperti gajah Zunesha atau Emeth si robot raksasa kuno.
Bibelot menjadi salah satu sahabat JoyBoy di masa lalu.
Mata Bibelot, yang penuh emosi dan kecerdasan, semakin memperkuat teori ini.
Mata tersebut menunjukkan bahwa dirinya punya kemampuan khusus.
Yaitu membedakan mana benda yang dapat diperbesar dan mana yang tidak.
Jika benar, Bibelot bukan sekadar penjaga perpustakaan biasa.
Melainkan makhluk cerdas dengan sejarah panjang.
Selain itu, Bibelot mungkin memiliki informasi tentang Abad Kekosongan yang tersembunyi di buku-buku Perpustakaan Burung Hantu.
Ini dapat membantu Luffy dan krunya menuju Laugh Tale dan membongkar misteri dunia.
Ikuti terus Radar Lawu untuk mengetahui teori dan informasi menarik seputar manga One Piece. (cor)
Editor : Andi Chorniawan