Jawa Pos Radar Lawu - AU atau Alternate Universe adalah genre dalam dunia fanfiction yang menciptakan semesta atau realitas alternatif untuk karakter-karakter yang sudah ada.
Dalam AU, penulis mengambil tokoh-tokoh yang sudah dikenal, namun menempatkan mereka dalam situasi, latar, atau dimensi yang berbeda dari cerita aslinya.
Konsep AU memungkinkan penulis dan pembaca untuk menjelajahi skenario “bagaimana jika”.
Misalnya, bagaimana jika karakter superhero hidup di zaman Victorian?
Atau bagaimana jika tokoh utama anime terkenal justru terlahir sebagai orang biasa di Indonesia?
Dengan kebebasan kreatif yang luas, AU memungkinkan penulis mengeksplorasi berbagai kemungkinan cerita menggunakan karakter yang sudah dikenal dan disukai penggemar.
Inilah salah satu alasan mengapa AU menjadi sangat populer di kalangan komunitas fanfiction.
Konsep AU sebenarnya sudah ada sejak lama dalam dunia fiksi. Namun, popularitasnya meningkat pesat seiring berkembangnya internet dan media sosial.
Sejarah Perkembangan AU
Pada tahun 1960-an konsep "What If" mulai populer dalam komik superhero, yang bisa dianggap sebagai cikal bakal AU.
Kemudian tahun 1990-an Munculnya internet membuat komunitas fanfiction berkembang pesat, termasuk berbagai eksperimen dengan AU.
Di tahun 2000-an Situs-situs seperti FanFiction.net dan LiveJournal menjadi tempat berkembangnya berbagai jenis AU.
Tahun 2010-an popularitas media sosial seperti Tumblr dan Twitter membuat AU semakin mudah dibuat dan disebarkan.
Kemudian di tahun 2020-an AU menjadi fenomena mainstream, bahkan beberapa karya AU berhasil diterbitkan sebagai novel atau diadaptasi menjadi film/serial.
Perkembangan teknologi dan platform digital telah membuat AU semakin mudah diakses dan diproduksi.
Hal ini menyebabkan ledakan kreativitas dalam komunitas fanfiction, dengan berbagai jenis dan variasi AU yang terus bermunculan.
Ada beberapa alasan mengapa AU menjadi sangat populer di kalangan penggemar dan penulis fanfiction terutama gen z.
Kebebasan Kreatif AU memberikan ruang bagi penulis untuk bereksplorasi dengan karakter favorit mereka tanpa dibatasi oleh canon (cerita resmi) yang ada.
Gen Z sering mencari hiburan yang bersifat eskapis, terutama di tengah tekanan sosial dan akademik.
Gen Z tidak hanya menjadi konsumen AU, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam pembuatannya.
Banyak dari mereka yang membuat AU sendiri, baik dalam bentuk cerita, fanart, video, atau konten media sosial.
AU berbentuk thread di Twitter sering kali menjadi viral, menarik perhatian ribuan bahkan jutaan pengguna.
Banyak akun Twitter yang khusus membuat dan membagikan AU, biasanya dengan tagar tertentu untuk menjangkau lebih banyak audien. (*)
Editor : Riana M.