Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Populer di Kalangan Gen Z, Apa sih Makna Avoidant Attachment dalam Relationship?

Davita Dyah Ayu • Selasa, 10 Desember 2024 | 23:32 WIB
Ilustrasi Avoidant Attachment dalam Relationship (freepik)
Ilustrasi Avoidant Attachment dalam Relationship (freepik)

Jawa Pos Radar Lawu - Setiap orang memiliki jenis ikatan yang berbeda saat membangun hubungan atau hubungan dengan orang lain. 

Salah satu jenis ikatan yang cukup dikenal adalah hubungan yang menghindari, di mana orang cenderung hidup sendiri dan menjaga jarak emosional dari orang lain. 

Agar hubungan tetap harmonis dan berjalan seiring, sangat penting bagi pasangan untuk mengetahui cara menghadapi gaya keterikatan ini.

Apa Itu Avoidant Attachment?

Baca Juga: Pahami Keamanan Data dalam Pembayaran Digital, Bagaimana Cara Gen Z Melindungi Privasi Mereka?

Gaya keterikatan yang disebut avoidant attachment berkembang sejak masa kanak-kanak, biasanya sebagai hasil dari pola pengasuhan yang kurang responsif. 

Dalam buku Psikologi untuk Indonesia oleh Avin Fadilla Helmi, Annisa Reginasari, dan Cicilia Larasati Rembulan (2020), teori ikatan dijelaskan bahwa pola hubungan yang terbentuk antara orang tua dan anak saat mereka masih kecil dapat dipengaruhi oleh pola hubungan yang terbentuk setelah mereka dewasa.

Gaya keterikatan avoidant dapat berkembang pada anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian emosional dari orang tua atau pengasuh. 

Anak-anak dengan tipe ini belajar untuk tidak bergantung pada orang lain dan sering menghadapi kesulitan untuk mengungkapkan perasaan mereka. 

Saat dewasa, pola ini dibawa ke dalam hubungan romantis, di mana mereka cenderung menghindari kontak emosional dan menjaga jarak. 

Selain itu, mereka seringkali terlihat mandiri, tidak percaya pada orang lain, dan tidak suka berkomitmen.

Baca Juga: 5 Platform Pembayaran Digital Favorit Gen Z di Tahun 2024, Ada Favoritmu?

Tips Menghadapi Pasangan dengan Avoidant Attachment

Pasangan yang menghindari ikatan harus merasa aman untuk menjadi diri mereka sendiri sebelum mereka dapat lebih terbuka dan berkomunikasi dengan baik. 

Menerima pasangan Anda apa adanya tanpa mencoba mengubah mereka adalah salah satu cara untuk menciptakan rasa aman. 

Hindari bertindak dengan cara yang membuat mereka merasa terpojok atau terpojok. Pasangan harus merasa bahwa intimitas emosional tidak mengancam kebebasan mereka. Sikap seperti ini dapat membantu hubungan menjadi lebih intim.

Jika menjalin hubungan dengan pasangan yang menghindari, sangat penting untuk mendengarkan mereka dengan penuh perhatian tanpa menekan atau menghukum mereka. 

Mereka sering mengalami masa lalu di mana mereka tidak dihargai atau diabaikan, sehingga sulit bagi mereka untuk mengatakan apa yang mereka rasakan saat ini. 

Pasangan dapat merasa lebih dihargai dan lebih mudah membuka diri jika mereka menjadi pendengar yang empatik dan responsif. Pahami, bukan kritik, dan hindari konflik.

Dalam setiap hubungan yang baik, ada batasan dan ruang untuk setiap orang melakukan aktivitas pribadinya. Itu juga berlaku untuk hubungan dengan pasangan yang memiliki ikatan yang menghindari. Setiap hari, mereka membutuhkan waktu untuk diri mereka sendiri agar merasa nyaman. 

Memberikan waktu sendiri untuk pasangan dan memungkinkan mereka melakukan hobi atau kegiatan pribadi dapat membantu mereka merasa diterima dan aman. 

Untuk memberikan ruang emosional yang dibutuhkan tanpa merusak hubungan, ini adalah metode yang sangat baik.

Pasangan yang memiliki ikatan yang menghindari sering kesulitan untuk mengungkapkan kebutuhan emosional mereka. 

Namun, ketika pasangan memilih untuk mengungkapkan perasaan mereka, sangat penting untuk memvalidasi perasaan mereka. 

Tidak selalu perlu setuju dengan apa yang mereka rasakan, yang lebih penting adalah menerima dan menghargai perasaan mereka sebagai sesuatu yang wajar dan sah. 

Dengan memvalidasi perasaan mereka, pasangan akan merasa dihargai dan lebih terbuka untuk hubungan baru.

Sangat penting untuk memiliki kesabaran saat berurusan dengan pasangan yang memiliki attachment yang menghindari. 

Membutuhkan waktu untuk saling memahami dan menerima satu sama lain. Pasangan dengan keterikatan jenis ini harus merasa aman dan dihargai dalam hubungan mereka karena perubahan tidak terjadi dengan cepat. 

Jangan terlalu tergesa-gesa atau memaksakan perubahan; hal ini justru dapat membuat mereka semakin jauh. 

Agar kedekatan emosional dapat terbentuk secara alami, bangun hubungan yang penuh pengertian dan sabar. (*)

Editor : Riana M.
#ciri #penyebab #tips mengatasi #tanda #Avoidant Attachment Style #pola pengasuhan #hubungan asmara #Kalangan Gen Z #relationship #pola asuh