Jawa Pos Radar Lawu - Generasi strawberry selalu menjadi pembahasan yang menarik untuk dibicarakan.
Rhenald Kasali penulis buku ‘Generasi Strawberry’ baru-baru ini membahas fenomena self serving bias yang menjadi penyebab perusahaan enggan merekrut anak muda untuk bekerja, terutama generasi strawberry.
Generasi strawberry sebagai generasi yang memiliki stigma berpenampilan indah namun rapuh dan rentan terhadap tekanan agaknya cocok dengan fenomena tersebut.
Mereka generasi yang senantiasa berusaha untuk mencari pekerjaan yang bagus di perusahaan yang terbaik, namun mereka juga mudah menyerah saat harus berhadapan dengan kondisi yang sulit atau saat hasil pekerjaan mereka mendapatkan kritik.
Self Serving Bias, Apa Itu?
Self serving bias adalah kecenderungan seseorang untuk menilai positif diri sendiri saat berhasil dan selalu menyalahkan orang lain atau menyalahkan kondisi saat mereka merasakan kegagalan.
Pada intinya semua orang salah kecuali dirinya sendiri, dan orang dengan self serving bias tentu saja tidak melakukan introspeksi pada dirinya sendiri karena selalu menyalahkan situasi dan orang lain.
Fenomena self serving bias ini kerap kita jumpai di dunia kerja, khususnya pada gen Z yang tergolong dalam generasi strawberry yang terkenal lebih sensitif terhadap kritik dan tantangan.
Mereka juga kerap membagikan testimoni mengenai tempat kerjanya dengan kalimat-kalimat yang buruk, seperti kantor toxic atau rekan kerja toxic yang tentu saja akan merugikan tempat kerjanya tersebut.
Generasi Strawberry Menjadi Tantangan Dunia Kerja
Beberapa waktu lalu sempat heboh mengenai survei yang mengatakan 75% perusahaan tidak puas dengan kinerja gen Z dan banyak perusahaan yang enggan merekrut fresh graduate yang tergolong Gen Z.
Generasi strawberry yang terkenal memiliki kreativitas dan potensi yang besar sering terjebak dalam self serving bias yang akhirnya merugikan mereka.
Akibatnya mereka kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kerja yang menuntut tanggung jawab dan harus memiliki ketahanan mental.
Beberapa poin yang perlu digaris bawahi mengenai self serving bias di dunia kerja adalah:
- Feedback dianggap serangan pribadi, ketika diberi kritik, alih-alih memperbaiki diri, mereka langsung defensif dan menyalahkan keadaan.
- Menyebarkan narasi negatif, setelah memutuskan keluar dari pekerjaan yang mereka anggap toxic, mereka aktif di media sosial untuk menyebut kantor atau bos lama mereka sebagai pihak yang salah.
Sikap seperti ini akan merusak reputasi generasi muda dan menghancurkan peluang karir masa depan.
Jika kamu merasa ada gejala self serving bias dalam dirimu,berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Terima Kritik dengan Kepala Dingin
Feedback bukanlah serangan, tapi peluang untuk memperbaiki diri. Dengarkan dengan hati terbuka. - Latih Introspeksi
Alih-alih menyalahkan orang lain, tanyakan pada diri sendiri: “Apa yang bisa aku lakukan lebih baik?” - Bangun Ketahanan Mental
Dunia kerja penuh tekanan. Latihlah diri untuk tetap tenang dan berpikir jernih saat menghadapi masalah.
Generasi strawberry memiliki potensi besar untuk bersinar di dunia kerja. Tapi tanpa kemampuan introspeksi dan menerima kritik, self-serving bias bisa jadi penghalang utama. (*)
Editor : Riana M.