Jawa Pos Radar Lawu - Dompet digital atau e-wallet seperti OVO, GoPay, dan ShopeePay kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan para Gen Z. Kemudahan yang ditawarkan teknologi ini secara perlahan mempermudah mereka dalam melakukan transaksi pembayaran.
Namun, adanya fenomena ini justru memunculkan pertanyaan besar, apakah penggunaan dompet digital membuat Gen Z lebih hemat atau justru mendorong kebiasaan belanja yang boros?
Dompet digital memang dapat mempermudah penggunanya untuk melakukan pencatatan pengeluaran dan memungkinkan mengakses promo menarik.
Namunkemudahan transaksi hanya dengan satu klik sering kali Gen Z tidak berpikir panjang sebelum membeli, hingga kemudian muncul tren belanja impulsif.
Belanja Impulsif di Kalangan Gen Z
Tren belanja impulsif adalah salah satu akibat dari kemudahan yang ditawarkan dompet digital. Laporan yang dirilis oleh IDN Research Institute, 60% Gen Z dan Millenial telah beralih ke mobile banking. Sementara 58% dari mereka mengandalkan e-wallet untuk transaksi sehari-hari.
Munculnya tren belanja impulsif ini juga dipengaruhi oleh persepsi bahwa uang digital terasa lebih “ringan” dibandingkan uang tunai. Ketika tidak ada wujud fisik yang keluar dari dompet, pengguna cenderung tidak sadar akan jumlah uang yang sudah dikeluarkan. Situasi ini semakin parah ketika mereka tidak memiliki kebiasaan mencatat pengeluaran.
Tips Mengelola Keuangan di Era Digital
Baca Juga: Generasi Gen Z Pilih Cashless, Mengapa Mereka Lebih Suka Pembayaran Elektronik?
Untuk menghindari tren belanja impulsif, kita bisa memulai dengan mengelola keuangan kita, supaya dompet digital bukan menjadi alat pemborosan, berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh Gen Z:
- Menetapkan Batas Pengeluaran
ini bisa kita lakukan dengan membuat anggaran khusus untuk transaksi digital per hari atau per bulan dan patuhi batas tersebut. - Manfaatkan Fitur Pencatatan Pengeluaran
Beberapa aplikasi dompet digital memiliki fitur pencatatan otomatis yang dapat membantu melacak ke mana uang pergi. Kita bisa memanfaatkan fitur ini untuk memantau pengeluaran kita. - Prioritaskan Kebutuhan daripada Keinginan
salah satu tips untuk menghindari tren belanja impulsif adalah jangan tergoda oleh diskon atau cashback kecuali barang yang dibeli benar-benar dibutuhkan. - Pisahkan Rekening untuk Pengeluaran Harian dan Tabungan
untuk membantu mengontrol pengeluaran, kitab isa menggunakan akun atau dompet digital yang terpisah untuk keperluan tertentu.
Baca Juga: Viral! Petualangan Luffy dan Zoro dalam Steal The BeAT One Piece Tahilalats
Perspektif Ekonomi: Transaksi Cashless dan Perputaran Ekonomi
Dari sudut pandang ekonomi, dompet digital memberikan dampak positif terhadap perekonomian digital.
Hal ini juga berpotensi dengan berkurangnya peredaran uang tunai di Indonesia, sehingga laju inflasi dapat terkendali.
Peningkatan transaksi menggunakan uang elektronik juga berpotensi meredam kenaikan harga karena jumlah uang tunai (koin dan kertas) yang beredar akan menurun.
Namun, ini akan menjadi PR di kalangan individu, penggunaan e-wallet tanpa kontrol dapat menjadi ancaman bagi stabilitas keuangan. Kebiasaan berbelanja tanpa perencanaan yang matang dapat memicu konsumsi berlebihan dan kesulitan finansial di masa depan. (*)
Editor : Riana M.