Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Delisa Korban Tsunami Aceh Kehilangan Satu Kaki Kini Sukses Berkarier di Bank Syariah, Kisahnya Diabadikan dalam Film Hafalan Shalat Delisa

Nur Wachid • Selasa, 12 November 2024 | 19:16 WIB
Kondisi terkini Delisa korban tsunami Aceh 2004, sukses berkarier di bank syariah. (INSTAGRAM)
Kondisi terkini Delisa korban tsunami Aceh 2004, sukses berkarier di bank syariah. (INSTAGRAM)

JAKARTA, Jawa Pos Radar Lawu – Masih ingat Delisa, gadis kecil yang selamat dari bencana dahsyat tsunami Aceh tahun 2004? Saat itu, ia harus kehilangan ibu dan tiga kakaknya serta satu kakinya.

Kini, dua dekade kemudian, Delisa yang dulu dikenal lewat kisah pilunya dalam film Hafalan Shalat Delisa, tumbuh menjadi sosok wanita dewasa yang sukses berkarier di Bank Syariah Indonesia (BSI) di Banda Aceh.

Delisa Fitri Rahmadani, yang lahir di Ulee Lheue, Banda Aceh pada 15 Desember 1997, menjadi inspirasi banyak orang.

Ia mampu mengatasi masa kecil penuh duka setelah kehilangan sebagian besar keluarganya dalam tsunami yang menewaskan sekitar 227 ribu jiwa.

Berkat semangatnya, Delisa terus melanjutkan hidup, bahkan menyelesaikan pendidikan di bidang ekonomi dan meraih gelar sarjana dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES).

Karier dan Kehidupan Delisa Pasca Tsunami Aceh

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Delisa bergabung dengan BSI, pencapaian yang diperoleh berkat ketekunan dan keteguhan hatinya.

Ia tak hanya sukses berkarier di bidang perbankan syariah, namun juga sering diundang sebagai pembicara dan motivator, membagikan kisah hidupnya yang dapat menjadi inspirasi banyak orang.

Seperti yang diungkap oleh Dosen ITB, Imam Santoso, dalam unggahannya, “Delisa adalah contoh nyata bahwa keterbatasan fisik tak menghalangi seseorang untuk berprestasi.”

Perjalanan Hidup Delisa Diabadikan dalam Film Hafalan Shalat Delisa 

Kisah Delisa yang menyentuh hati diangkat dalam film Hafalan Shalat Delisa, dirilis pada tahun 2011.

Film yang diadaptasi dari novel karya Tere Liye ini menggambarkan perjuangan Delisa kecil yang berusaha menghafal bacaan salat demi sebuah hadiah dari ibunya.

Namun, bencana datang dan mengubah hidupnya selamanya. Walau harus kehilangan kaki kanannya dan keluarganya, Delisa tetap tegar dan ikhlas menjalani hidupnya.

Awal Mula Penyebaran Kisah Delisa hingga Mendapat Dukungan Internasional

Di masa-masa sulit pasca-tsunami, Delisa didampingi oleh seorang jurnalis asal Australia bernama Cindy Workner yang memberinya semangat, termasuk saat pertama kali menggunakan tongkat.

Prajurit Smith dari angkatan laut Amerika yang membantu di Aceh juga ingin mengadopsinya jika ia sebatang kara, namun Delisa berhasil bertemu kembali dengan ayahnya, Abi Usman, yang akhirnya pulang setelah mendengar kabar bencana.

Kehadiran Delisa sebagai anak ceria yang membawa harapan di tengah duka menjadi simbol ketegaran dan ketulusan yang menginspirasi banyak orang.

Adaptasi Novel Tere Liye 

Delisa yang kecil dan polos, digambarkan dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye sebagai gadis penggemar warna biru yang hidupnya berubah total pasca-tsunami.

Melalui film tersebut, penonton diajak mengikuti kisah Delisa dalam menghadapi ujian kehidupan yang berat di usianya yang masih sangat muda.

Kini, Delisa Menjadi Simbol Ketangguhan

Hari ini, Delisa telah menjadi wanita dewasa yang tidak hanya berhasil di dunia profesional tetapi juga menjadi simbol ketangguhan bagi banyak orang yang mengalami cobaan hidup.

Dengan kaki prostetik, ia melanjutkan hidupnya dan berhasil menginspirasi jutaan orang yang mengenal kisahnya.

Semangatnya untuk tetap tersenyum di tengah keterbatasan menunjukkan bahwa hidup adalah tentang bertahan dan bangkit kembali, tidak peduli seberapa berat ujian yang harus dihadapi. (kid)

Editor : Nur Wachid
#shalat #film #tsunami #aceh #novel #delisa #Hafalan #kisah #korban #tere liye