Jawa Pos Radar Lawu - Viral di media sosial seorang perempuan muda berperan sebagai mayoret berjilbab kuning yang melakukan aksi pargoy di atas panggung tengah keramaian.
Video yang menampilkan perempuan berjilbab kuning itu menjadi sorotan setelah diunggah oleh akun Instagram @nenktainment dan sudah ditonton hampir 95 ribu kali.
Yang memicu reaksi negatif dari netizen adalah pakaian yang dikenakan mayoret tersebut. Meski sudah mengenakan stoking dari kaki hingga paha atas, lekuk tubuh dan warna kulitnya masih terlihat jelas.
Pakaian mayoret berjilbab kuning tersebut dianggap tidak sesuai dengan norma berpakaian, terutama bagi seseorang yang mengenakan jilbab.
Perempuan berjilbab kuning itu juga mengenakan selempang bertuliskan nama "Gitapati Nuraini" dan tampak menikmati pargoy diiringi musik.
Penampilannya mengundang tawa dari penonton, baik pria maupun wanita yang hadir di acara tersebut.
Hingga kini, lokasi acara yang mengundang keramaian tersebut belum diketahui.
Namun, video tersebut telah menyebar luas dan juga diunggah ulang oleh akun Instagram @magelang_raya, yang telah ditonton sebanyak 175 ribu kali dan hampir seribu komentar dari netizen.
Sejumlah netizen mengungkapkan kekecewaan mereka di kolom komentar.
Seperti akun @utamilistiani31 yang menulis, "Hapus min, malu aku sebagai sesama wanita."
Sementara akun @lenaneko mengkritik pakaian yang dikenakan mayoret tersebut, "Yang nyuruh dia pakaian dan manggung disitu otaknya dimana yaa," tulisnya.
Banyak komentar lainnya juga menyindir penampilan mayoret berjilbab kuning tersebut.
"Ceritanya mbaknya lupa pakai celana, abis bangun tidur langsung dandan," tulis akun @fdyaraa_.
Video ini terus menuai perdebatan di media sosial, dengan banyak netizen yang merasa aksi mayoret tersebut tidak pantas dan melanggar norma kesopanan. (kid)
Editor : Nur Wachid