Jawa Pos Radar Lawu – Bocoran cerita One Piece 1117 dari leakers telah beredar kendati manga-nya baru rilis dua pekan lagi.
Vegapunk tampaknya bakal mengungkap misteri terbesar dari jagat ini.
Puncak dari berbagai informasi yang telah disampaikan ke penjuru dunia melalui siaran Den Den Mushi.
Preview One Piece 1117 yang diungkap @pewpiece menyebutkan bahwa Sejarah Terungkap!
Vegapunk telah menyampaikan setidaknya tiga hal mengenai sejarah dunia.
Pertama, Abad Kekosongan yang ditandai penghapusan periode 900 sampai 800 tahun silam.
Lalu, sosok JoyBoy yang hidup pada Abad Kekosongan.
Terakhir, tenggelamnya sebagian besar benua dampak perang besar.
Perang besar melibatkan 20 aliansi kerajaan dengan kelompok JoyBoy.
Vegapunk kemungkinan akan mengungkap suatu hal yang lebih mengejutkan dari masa lalu.
Kemudian mengaitkannya dengan yang telah terjadi di masa kini.
Hal tersebut merujuk preview tambahan dari @pewpiece.
Bunyinya, “Apa yang akan menjadi kesimpulan dari peristiwa terbesar abad ini?!”
Sebelumnya, Vegapunk telah membuat hipotesa mengenai tenggelamnya dunia.
Dia meyakini perang besar belum usai.
Pemerintah Dunia menunggu waktu untuk menggunakan kembali senjata kuno.
Sehingga masuk akal bila Vegapunk nantinya mengungkap sebuah misteri terbesar.
Lantas, apa kira-kira yang disampaikan Vegapunk?
Dalam preview-nya, @pewpiece juga menyertakan gambar robot kuno dan siluet Luffy dalam wujud Sun God Nika.
Vegapunk bisa jadi akan membahas suatu hal yang berkaitan robot kuno, Nika, atau JoyBoy.
Petunjuknya, robot kuno ketika diperlihatkan aktif, meminta maaf kepada JoyBoy yang kini menjelma pada diri Luffy.
Robot kuno dan JoyBoy sepertinya punya ikatan di masa lalu.
Yang menarik dalam chapter 1116, York menyebut jika Den Den Mushi siaran dijaga oleh robot kuno.
Preview gambar dari leakers memberi sinyal Gorosei menyerang robot kuno di cerita One Piece 1117.
Bila memang Gorosei adalah sosok yang hidup abadi, pertarungannya bukan sekadar menghancurkan Den Den Mushi.
Melainkan pertempuran antar legenda karena robot kuno menyerang Marijoa pada 200 tahun lalu. (cor)
Editor : Andi Chorniawan