Jawa Pos Radar Lawu – Nico Robin dalam manga One Piece adalah salah satu petarung perempuan yang tanggung. Apalagi, di Arc Wano ia berhasil mengalahkan Black Maria.
Di akhir Arc Wano, ia mendapatkan bounty sebesar 930.000.000 berry. Untuk petarung perempuan, nilai itu termasuk tinggi.
Meski begitu, arkeolog cantik kru topi jerami ini sebenarnya memiliki luka masa kecil yang pedih. Robin yang sekarang adalah sosok yang telah mengalami transformasi diri.
Berawal dari tragedi genosida Ohara yang menewaskan orang tua dan orang-orang yang dicintainya, Robin kecil bertualang sebagai buronan sejak usia 8 tahun.
Ia dianggap kriminal karena bisa membaca poneglyph, dan berpotensi mengetahui tentang rahasia dari abad kekosongan atau void century. Apalagi, ia berada dalam kru yang amat meresahkan.
NciBaca Juga: Prediksi dan Teori One Piece: Bukan Gear 5, Inilah Kekuatan Luffy yang akan Mengalahkan Gorosei!
Kru dengan kapten anak dari orang paling dicari dunia (Luffy anak dari Dragon). Kru dari murid tukang kayu yang menciptakan kapal Raja Bajak Laut (Franky adalah murid dari Tom, pembuat Oro Jackson—kapal Gol D. Roger).
Inilah cara meredam luka masa kecil ala Nico Robin yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup.
Menerima dan Memaafkan
Sepanjang kisah manga One Piece, kita tidak menemukan Nico Robin menyalahkan masa lalunya. Apalagi menyalahkan kedua orang tuanya. Ia menerima tragedi Ohara sebagai bagian dari proses kehidupan.
Meski di beberapa bagian cerita terlihat ia masih merasakan trauma dari tragedi puluhan tahun itu. Seperti saat ia bertemu dengan Kuzan, mantan admiral angkatan laut.
Nyatanya, Robin berupaya memaafkan. Ia berupaya memaafkan pihak pemerintah dunia yang kejam dan pihak angkatan laut yang membuatnya tersiksa sejak kecil.
Fokus pada Impian
Dibesarkan dengan luka masa lalu yang pedih bukanlah hal mudah. Salah satu yang membuat Robin menjelma menjadi perempuan yang tangguh adalah ia begitu fokus pada Impian masa kecilnya.
Sejak kecil, Robin dikenal sebagai bocah yang rajin membaca dan memiliki keinginan belajar yang tinggi.
Maka tak heran, Profesor Clover sangat menwanti-wanti Robin bahwa kecerdasaannya itu bisa membuatnya terbelit masalah.
Nyatanya, di dunia One Piece, orang cerdas selalu dianggap berbahaya. Selain ilmuwan Ohara, kini dokter Vegapunk.
Untuk meredam luka masa lalunya, Robin fokus pada impiannya, yaitu mengungkap kebenaran sejarah yang dihilangkan. Di sela-sela waktu luang, kita bisa melihat Robin sedang membaca di atas kapal Thousand Sunny.
Bersyukur dengan Cara Berbuat Lebih Banyak
Meski tidak dijelaskan secara gamblang, Robin saat ini mensyukuri betul keberadaannya di kru topi jerami. Ia memiliki teman-teman yang baik, yang membuatnya terus berkembang, dan begitu mencintainya.
Di zaman sekarang, tentu saja hal-hal seperti ini dikenal dengan support system. Bersyukur akan keberadaan lingkungan yang baik adalah cara terbaik melupakan luka.
Bentuk syukur yang dilakukan Robin pun amat istimewa. Ia berusaha terus berkembang agar dapat mencapai impiannya dan membantu yang lain mencapai impian mereka. (*)
Editor : Riana M.