Jawa Pos Radar Lawu - Kejahatan Robot Ambatron yang berasal dari Ngawi semakin tak terbendung.
Setelah berhasil menguasai Ngawi, dan kini seluruh Indonesia. Robot Ambatron kembali dengan kejutan lainnya.
Dilansir dari pemberitaan TikTok, Robot Ambatron kini mengalami banyak pembuatan dan perakitan ulang.
Doktor Faiz melakukan eksperimen lainnya yaitu dengan menggandakan Robot Ambatron menjadi banyak.
Hal ini tentunya dilakukan oleh Doktor Faiz untuk melancarkan aksi dan tujuan utamanya yaitu menciptakan Perang Dunia Ketiga.
Dikisahkan, pada tahun 2030 di Robogor Utara. Pasukan pemerintah dengan dipimpin oleh General Milos dan Kedua Veteran berusaha menakhlukkan Ambatron yang sedang berulah.
Dengan jumlah Robot Ambatron yang semakin banyak. Banyak pula korban jiwa yang semakin berjatuhan dan merajarela. Kali ini Ambatron menyerang di daerah Robogor. Dimana banyak dari Robot Ambatron ini yang menyerang warga sipil.
Pertarungan berlangsung dengan sengit. Di dekat temoat persembunyian General Milos dan kedua Veteran dari peluru Ambatron, ada seorang warga lokal yang berteriak ketakutan meminta pertolongan.
Warga lokal itu dijadikan target oleh salah satu Robot Ambatron disana, yaitu Ambatron B-1. General Milos pun sempat kebingungan, pasalnya Pasukan Robot Ambatron yang lain semakin mendekat ke arah benteng pertahanan mereka.
Salah satu dari veteran pun akhirnya mengatakan pada General Milos untuk, menyerahkan bagian mempertahankan disisi pertahanan kepada mereka. Sehingga, General Milos dapat pergi menyelamatkan seorang warga lokal tersebut.
General Milos pun bergegas, menerobos hujan peluru dan hantaman serangan-serangan dari para Robot Ambatron di medan perang hingga sampai di titik dimana warga lokal yang botak itu berada.
Dengan cekatan General Milos berdiri di depan warga lokal itu dan melindungi warga tersebut. Sambil berteriak pada warga lokal itu Akan Kugendong.
Kisah keseruan pertempuran melawan Robot Ambatron ini akan berlanjut ke episode selanjutnya.
Tentunya ini hanyalah kisah fiksi yang diciptakan oleh masyarakat Indonesia sebagai hiburan semata.
Bagaimana kisah kelanjutnya? Simak episode selanjutnya. (*)
Editor : Riana M.