Jawa Pos Radar Lawu - One Piece pertama kali ditayangkan dan ditulis sekitar tahun 90an dan hingga kini masih eksis dan menyertai perjalanan hidup para penggemarnya.
Ada banyak penggemar yang mengalami depresi yang ketika berpikir akan mengakhiri hidupnya atau menyerah ia teringat bahwa One Piece belum selesai, cerita One Piece masih berlanjut, sesimple itu menjadi alasan bagi mereka untuk terus melanjutkan hidup mereka.
One Piece adalah anime yang sangat dinantikan setiap minggunya oleh para penggemarnya dan sudah seperti bagian yang sangat lekat dengan hidup mereka.
Banyak penggemar yang tumbuh hidup bersama One Piece, ditemani One Piece dan cerita-ceritanya layaknya nafas.
Menjaga konsistensi cerita untuk tidak terlalu mengalami penurunan ataupun kenaikan yang terlalu signifikan merupakan kunci yang One Piece terapkan dalam cerita. Begitulah cara Oda menjaga agar kisah-kisah One Piece tetap menghibur.
Eiichiro Oda atau biasa disebut sebagai Oda sendiri menyebutkan bahwa jika ia mudah untuk menjejalkan informasi tiga kali lebih banyak daripada yang dilakukan oleh rata-rata penulis manga biasanya, ke dalam setiap bab-bab ceritanya.
Dengan cerita One Piece yang panjang, jika Oda melakukan hal itu, maka akan terjadi penurunan minat secara bertahap dari penggemar yang akan menyebabkan cerita tersebut kehilangan popularitas dan pada saat yang bersamaan ceritanya menjadi basi.
Oda menerapkan kepadatan cerita yang terus bertambah secara bertahap dalam setiap babnya, tidak langsung dijejalkan adalah kunci mengapa cerita One Piece tidak terkesan dipanjang-panjangkan.
Oda membatasi halaman-halaman tulisannya, mungkin hanya tiga atau empat panel dulu, dan kini seiring bertambahnya tahun dalam setiap halamannya Oda memiliki sekitar 7-8 panel di dalamnya.
Sehingga cerita semakin tersebar dan tidak terasa seperti dijejalkan.
Penulis manga One Piece itu memaksimalkan penggunaan ruang di dalam halaman-halamannya, dan dia memasukkan dialog-dialog menarik sebanyak mungkin.
Dengan begitu memungkinkan Oda untuk mengilustrasikan ceritanya dengan lebih baik dan menyampaikan apa yang ia maksudkan dalam cerita dengan cara yang lebih tegas.
Cara ini juga memberikan Oda lebih banyak waktu untuk mengilustrasikan karakter dan sifat mereka dengan benar.
Tentunya sejak awal pembuatan cerita Oda sudah memikirkan taktik ini sehingga cerita One Piece tidak hanya berputar-putar saja dan kehilangan point utama.
Alasan terbesar One Piece tetap eksis dengan popularitasnya yang konsisten adalah ceritanya tak pernah hilang arah dari tujuan utama point cerita yang sejak awal diceritakan meskipun menempuh banyak petualangan seperti Bajak Laut Topi Jerami. (*)
Editor : Riana M.