Jawa Pos Radar Lawu - Telah dikonfirmasi melalui website NetFlix.com bahwa serial NetFlix Avatar: The Last Airbender akan dilanjutkan menuju season 2 dan 3.
Hal ini tentu saja menjadi angin segar bagi penggemar serial ini.
Serial NetFlix ini berupakan adaptasi animasi Avatar: The Legend of Aang yang memiliki 3 season dalam alur ceritanya. Di season ketiga, dengan judul “Book Three: Fire”, kita akan diperlihatkan fakta-fakta mengejutkan yang berubah 180 derajat dari season pertama.
Mulai dari Zuko yang bergabung dengan tim Avatar, Paman Iroh yang dipenjara, hingga Azula yang mulai memperlihatkan sifat aneh.
Ya, Azula yang kita kenal petarung yang kuat, akan menjadi gila oleh suatu hal.
Mari kita simak faktanya.
Bocah Berbakat yang Terlalu Banyak Tuntutan oleh sang Ayah
Secara garis keturunan, baik Zuko maupun Azula merupakan generasi yang unggul. Mereka adalah cucu dari Raja Api Sozin dari Ozai. Sedangkan, ibunya, Ursa merupakan keturunan dari avatar Roku, avatar sebelum Aang.
Ada sebuah ramalan yang mengatakan bahwa kelak keturunan Roku akan memberikan kekuatan yang besar pada keturunan Azulon, anak-cucu Sozin. Ozai seakan berniat memenuhi takdir tersebut dengan menikahi Ursa. Dan lahirlah Zuko dan Azula.
Atas dasar garis keturunan istimewa itulah yang menjadi alasan utama bakat dalam diri Azula. Atas tuntutan dari ayahnya yang berlebihan, Azula berlatih keras. Hingga di usia 14 tahun ia telah bisa menciptakan petir. Kita tahu bersama petir adalah pengembangan lanjut dari seorang pengendali api.
Merindukan Sosok Ibu
Dibandingkan Azula, Zuko bisa dikatakan lebih dengan dengan Ibunya, Ursa. Bahkan beberapa kali ketika kecil, Zuko kerap mencari perlindungan ibunya ketika mendapat perlakuan tidak mengenakan dari Azula.
Apalagi, atas bakat dan tuntutan dari Ozai, dan kemahirannya mengendalikan api sejak kecil, Azula merasa dianggap monster oleh ibunya sendiri.
Kenangan ini nyatanya menjadi bandul luka masa kecil yang dibawa hingga dewasa.
Saat Azula akan dibaptis sebagai raja api, bandul luka itu menyeruak. Ia terbayang sosok ibunya, yang ia anggap masih ada.
Meski berkali-kali Ozai mengatakan bahwa ibunya sudah tiada. Bayangan ibunya ini malah membuat Azula tertekan dan depresi. Hingga ia menjadi hilang kewarasan.
Petarung yang Hebat, Tetapi Rapuh Jiwanya
Meski petarung yang tangguh, jiwa Azula tak sekuat fisiknya. Ia sejatinya hanyalah seorang perempuan yang kesepian, yang mencari tempat untuk bersandar.
Awalnya, ia telah mendapatkan hal itu tatkala Zuko bergabung dengannya. Bersama Ty Lee dan Mai, ia menganggap telah menemukan tempat yang seharusnya. Tetapi hal itu sedikit demi sedikit roboh tatkal Zuko beralih bergabung dengan tim Avatar. Kemudian, Ty Lee dan Mai juga mengkhianatinya.
Azula mulai depresi dan kehilangan kepercayaan dirinya. Apalagi bayang ibunya berkali-kali muncul. Membuat Azula semakin tertekan, kehilangan jati diri, hingga kehilangan kewarasannya.
Azula, Refleksi Anak Era Sekarang
Azula adalah cerminan luka si kecil yang terbawa hingga dewasa. Ia terlalu banyak diberi tuntutan dan ekspektasi berlebih dari orang tua. Pada kasus Azula, tuntutan itu dari sang Ayah (Ozai).
Tuntutan yang berlebih ini memberikan tekanan batin pada diri Azula. Nahasnya, jiwanya terlampau rapuh dan merasa kurang kasih sayang yang semestinya didapatkan. Hingga ia terkungkung oleh persepsinya sendiri.
Dalam animasi Avatar: The Legend of Aang, penonton awalnya dibawa pada persepsi bahwa Ursa hanya menyayangi Zuko saja. Tetapi, perspektif itu nyatanya berkebalikan. Ursa sebagai ibu, benar-benar menyayangi keduanya. Hanya saja, pada Azula yang lebih banyak tuntutan dari Ozai, Ursa kesulitan mengekspresikannya.
Apalagi Azula dikenal sebagai anak yang nakal. Sehingga penonton lebih sering melihat Ursa memarahinya. Jika mau mengulang momen kepergian Ursa dan meresapinya, kita bisa melihat fakta yang berbeda.
Di hari kepergiannya dari istana, Ursa pertama kali mendatangi kamar Azula yang masih tertidur. Dia mencium kening Azula dan mengatakan jika ia begitu menyayanginya. Kemudian baru menghampiri kamar Zuko.
Ini membuktikan sebagai ibu, Ursa tidak pilih kasih. Dan anggapan bahwa Azula adalah sosok monster merupakan persepsi dari diri Azula sendiri. Yang akhirnya membuatnya kian kesepian hingga depresi. (*)
Editor : Riana M.