Jawa Pos Radar Lawu - Kesehatan mental mendapat perhatian khusus di masa saat ini. Pun, tak lagi dipandang sebelah mata.
Rasa ketakutan, kekhawatiran, cemas, halusinasi berlebih atau bahkan depresi bukan lagi momok bagi seseorang.
Melainkan suatu hal yang harus diungkapkan atau diperhatikan agar tidak jadi mental illness.
Namun sayang, terkadang masih sedikit yang menyikapinya dengan bijak, baik seseorang yang menghadapi suatu masalah atau sebaliknya ketika kita berempati kepada masalah orang lain.
Apalagi bagi sebagian besar orang di quarter life crisis, menganggap ada begitu banyak tekanan di kehidupannya.
Biasanya seseorang akan mencemaskan banyak hal seperti karir, percintaan, kehidupan sosial, dan lain sebagainya.
Karena itulah, fase ini terkadang membuat seseorang merasa tak berdaya seakan-akan tidak memiliki tujuan hidup atau bahkan hingga mempertanyakan keberadaan dirinya.
Hal terpenting untuk mengatasi quarter life crisis adalah menciptakan pola pikir dan kemampuan adaptif dalam menghadapi segala hal yang terjadi di kehidupan kita.
Selain itu, beberapa hal yang bisa diterapkan di antaranya sebagai berikut.
- Tidak Perlu Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Semakin dewasa, kita disadarkan bahwa pencapaian tidak sekadar angka seperti hasil tes atau ujian sekolah, melainkan lebih ditekankan pada banyak hal tak terduga yang tidak bisa dinilai dengan angka.
Sehingga apapun penilaian orang lain tidak akan pernah sama. Maka dari itu, baiknya kita sama sekali tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain.
- Hargai Orang Terdekatmu
Setelah kamu bisa mencintai diri sendiri, akan membuatmu lebih mudah untuk menghargai keberadaan orang-orang yang ada di kehidupanmu.
Meski terkadang orang-orang terdekatmu menyebalkan atau bahkan menyakiti, tapi kamu bisa menempatkan sikapmu dengan baik.
Dengan melakukan lima hal di atas, yakin bahwa kamu akan merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.
Quarter life crisis bukan lagi tekanan hidup yang menakutkan, melainkan sebuah fase kehidupan yang harus dilewati dengan baik, setuju? (kid)
Editor : Nur Wachid