Jawa Pos Radar Lawu - Honda Win 100 tiba-tiba menjadi motor incaran. Harga bekasnya pun melambung tinggi. Bahkan ada penjual yang berani membanderol motor ini dengan harga belasan juta.
Padahal sebelumnya banyak orang yang menganggap jika tampang sport motor ini tidak sebanding dengan performa mesinnya. Tapi sekarang malah diburu. Kira-kira apa yang membuat motor cungkring ini mendadak jadi jadi buruan para pecinta otomotif? Simak ulasannya!
Sejarah Singkat Honda Win 100
Honda Win 100 pertama kali diluncurkan pada tahun 1984 dengan desain yang cukup unik untuk masa itu. Dengan bentuk bodi yang cenderung kotak, motor ini berbeda dari mayoritas motor di Indonesia yang umumnya berbentuk bulat.
Perubahan desain ini berbarengan dengan tren motor yang mulai mengarah ke bentuk mengotak, seperti pada Honda Astrea 800 dan GL100.
Desain Honda Win 100 diciptakan oleh desainer asli Indonesia, dan meskipun awalnya kurang diminati, motor ini perlahan menjadi terkenal karena kepraktisan dan ketangguhannya.
Pemerintah Indonesia juga memilih Honda Win sebagai kendaraan dinas untuk berbagai instansi, membuatnya semakin dikenal luas di pelosok negeri. Mulai dari pengantaran surat di daerah pedalaman hingga operasional dinas pemerintahan.
Spesifikasi Honda Win 100
Tipe mesin: 4 langkah, SOHC 1 silinder
Kapasitas mesin: 97,2 cc
Transmisi: 4 percepatan dengan kopling manual
Tenaga maksimum: 8,9 hp pada 7.500 rpm
Torsi Maksimum: 7,94 Nm pada 6.500 rpm
Jenis bahan bakar: bensin
Kapasitas tangki bahan bakar: 8,5 liter
Suspensi depan: teleskopik
Suspensi belakang: lengan ayun.
Honda Win 100 mengusung mesin 4 langkah SOHC berkapasitas 97,2 cc dengan sudut mesin 80 derajat atau dikenal dengan istilah “mesin tidur” seperti motor bebek. Tenaga maksimal motor ini adalah 8 dk pada 8.000 rpm dan torsi 7,45 Nm pada 5.000 rpm.
Menggunakan transmisi 4 percepatan dan kopling manual, tenaga disalurkan dengan rantai ke roda belakang, menjadikannya motor yang mudah digunakan dalam berbagai situasi.
Dengan rangka tipe “grasshopper” atau belalang, Honda Win 100 dikenal ringan dan stabil. Suspensi depannya menggunakan teleskopik dengan tipe “free valve”, sementara bagian belakang memakai swing arm berbentuk bulat dengan suspensi ganda.
Fitur tambahan seperti rak belakang memperkuat kesan praktis motor ini, cocok untuk berbagai kebutuhan transportasi.
Varian Honda Win 100
Honda Win 100 hadir dalam dua varian, yakni Standar dan Semi Trail. Pada varian standar, pelek depan berukuran 17 inci dengan lebar 2.50 dan belakang 2.75. Sementara, pada versi Semi Trail, pelek depan 18 inci dengan pola trail yang lebih kokoh.
Selain itu, perbedaan juga terletak pada bahan spakbor depan; varian standar menggunakan besi sedangkan Semi Trail memakai plastik yang dipasang di posisi lebih tinggi layaknya motor trail.
Harga Motor Honda Win 100 Saat ini
Honda Win 100 diketahui sudah tidak diproduksi lagi sejak 2005. Namun, motor tersebut masih berseliweran di pasaran dengan kondisi second. Ada yang kondisinya orisinil, dan banyak pula yang telah dimodifikasi.
Beberapa tahun yang lalu, harga Honda Win 100 berada di kisaran Rp 2-Rp 4 juta. Kini harga Honda Win 100 semakin melambung tinggi, bahkan hingga belasan juta rupiah.
Jika mencari di situs jual, harga motor bekas ini dibanderol mulai dari Rp 9,5 juta hingga Rp 15 juta, tergantung kondisi serta kelengkapan surat-suratnya. (aris-mg-pnm/kid)