Jawa Pos Radar Lawu - Tidak semua jamu memiliki rasa pahit yang membuat orang enggan mencobanya.
Salah satu minuman tradisional Jawa justru menawarkan perpaduan rasa asam dan manis yang menyegarkan.
Minuman tersebut adalah sinom, racikan berbahan daun asam muda yang masih bertahan sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara.
Nama sinom berasal dari sebutan daun asam jawa yang masih muda. Bahan tersebut menjadi ciri khas minuman ini dan biasanya dipadukan dengan kunyit, asam jawa, gula merah, serta air.
Kombinasi bahan sederhana tersebut menghasilkan minuman dengan aroma rempah dan cita rasa yang khas.
Baca Juga: Namanya Jarang Terdengar, Jamu Uyup-Uyup Menjadi Bagian dari Tradisi Kuliner Herbal Jawa
Daun Asam Muda Menjadi Ciri Khas Sinom
Berbeda dari minuman herbal yang lebih mengandalkan rimpang atau rempah-rempah, sinom menggunakan daun muda pohon asam sebagai bahan utamanya.
Daun tersebut diolah melalui proses perebusan untuk menghasilkan sari yang menjadi dasar minuman.
Dalam sejumlah resep tradisional, daun asam muda dicampur dengan kunyit dan asam jawa.
Kunyit memberikan warna kuning serta aroma khas, sedangkan asam jawa menghadirkan rasa masam yang menyatu dengan manisnya gula merah.
Komposisi bahan dapat disesuaikan dengan selera masing-masing pembuat.
Ada yang lebih menyukai rasa asam yang kuat, sementara lainnya memilih menambahkan gula agar menghasilkan cita rasa manis yang seimbang.
Kesegaran Rasa yang Membuat Sinom Berbeda
Salah satu daya tarik jamu sinom terletak pada rasanya yang relatif ringan.
Perpaduan asam dan manis membuat minuman ini mudah dinikmati, termasuk oleh orang yang kurang menyukai jamu bercita rasa pahit.
Sinom umumnya disajikan setelah didinginkan. Penambahan es batu juga dapat membuat sensasi segarnya semakin terasa, terutama ketika diminum saat cuaca panas atau setelah menyantap makanan.
Dalam perkembangan kuliner tradisional, sinom tidak hanya dijual oleh penjual jamu gendong.
Minuman ini juga mulai dikemas dalam botol agar lebih praktis dibawa dan disimpan sementara.
Penyajian yang lebih modern tersebut membuat sinom dapat diperkenalkan kepada generasi muda tanpa harus meninggalkan karakter rasa aslinya.
Cara Membuat Jamu Sinom di Rumah
Bahan-bahan untuk meracik sinom relatif mudah ditemukan.
Proses pembuatannya juga tidak memerlukan peralatan khusus sehingga bisa dicoba sebagai minuman rumahan.
Bahan yang diperlukan meliputi segenggam daun asam muda, kunyit secukupnya, asam jawa, gula merah, air, dan sedikit garam jika diinginkan.
Takaran setiap bahan dapat disesuaikan dengan jumlah minuman yang hendak dibuat.
Pertama, cuci daun asam muda hingga bersih dan kupas kunyit sebelum diiris atau dimemarkan.
Setelah itu, masukkan air ke dalam panci, lalu tambahkan daun asam, kunyit, dan asam jawa.
Rebus seluruh bahan hingga sari dan aromanya keluar. Masukkan gula merah, kemudian aduk sampai larut. Setelah proses perebusan selesai, saring cairan untuk memisahkan ampasnya.
Diamkan hingga suhunya turun sebelum disajikan. Jika ingin menikmatinya dalam keadaan dingin, simpan sinom di dalam wadah bersih dan tertutup di lemari pendingin.
Kebersihan bahan, peralatan, serta tempat penyimpanan perlu diperhatikan agar minuman tetap layak dikonsumsi.
Baca Juga: Racikan Rempah Warisan Nusantara, Ini Resep Kuliner Jamu Temulawak ala Rumahan
Warisan Kuliner Jawa yang Terus Bertahan
Keberadaan sinom memperlihatkan bagaimana masyarakat memanfaatkan bagian tanaman yang berbeda untuk menghasilkan olahan tradisional.
Jika buah asam jawa sering digunakan sebagai pemberi rasa pada masakan, daun mudanya juga dapat diolah menjadi minuman.
Tradisi meracik sinom turut menjadi bagian dari budaya jamu yang diwariskan antargenerasi.
Kini, minuman tersebut dapat ditemukan dalam bentuk racikan rumahan maupun produk siap minum.
Kemasan yang lebih praktis memberikan pilihan baru bagi konsumen, sedangkan penggunaan bahan khas tetap mempertahankan identitasnya.
Meski sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan, sinom sebaiknya tidak dianggap sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit tertentu.
Minuman berbahan alami tetap perlu dikonsumsi secara wajar, dengan memperhatikan kebersihan dan kondisi kesehatan masing-masing.
Dengan bahan sederhana dan rasa yang menyegarkan, jamu sinom menjadi salah satu contoh kuliner tradisional yang masih memiliki tempat di tengah beragam pilihan minuman modern.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : RRI, berbagai sumber