Ada di Semangkuk Bakso, Bihun dan Soun Ternyata Berbeda dari Bahan Dasarnya

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:50 WIB

 

Ilustrasi perbedaan soun dn bihun di bakso
Ilustrasi perbedaan soun dn bihun di bakso

Jawa Pos Radar Lawu - Semangkuk bakso biasanya tidak hanya berisi bola-bola daging.

Ada mi, tahu, sayuran, hingga bahan pelengkap lain yang membuat sajian kuliner terasa lebih lengkap.

Di antara berbagai isian tersebut, bihun dan soun menjadi dua bahan yang cukup sering digunakan.

Bentuknya sama-sama tipis dan berwarna putih sehingga keduanya kerap dianggap sebagai bahan yang sama.

Padahal, bihun dan soun memiliki perbedaan, terutama dari bahan dasar, tampilan, serta teksturnya setelah dimasak.

Baca Juga: Sama-Sama Enak untuk Mie Ayam, Sawi Putih dan Sawi Hijau Punya Karakter Berbeda

Bihun Terbuat dari Beras

Bihun umumnya dibuat dari tepung beras dan air. Bentuknya berupa mi tipis dengan warna putih yang cenderung tidak transparan setelah dimasak.

Karakter bihun juga relatif lebih lembut dan mudah patah dibandingkan soun.

Bahan ini banyak digunakan dalam berbagai hidangan, mulai dari bihun goreng, sup, lumpia, hingga menjadi pelengkap dalam semangkuk bakso.

Karena teksturnya lebih lembut, bihun dapat memberikan sensasi berbeda ketika disantap bersama kuah bakso.

Soun Punya Tampilan Lebih Transparan

Berbeda dengan bihun, soun umumnya dibuat dari pati, seperti pati kacang hijau. Beberapa produk juga dapat menggunakan pati dari umbi-umbian atau bahan berpati lainnya.

Ciri yang paling mudah dikenali adalah tampilannya. Saat masih kering, soun berwarna putih dan cenderung transparan.

Setelah terkena air dan matang, tampilannya menjadi semakin bening seperti kaca.

Teksturnya pun lebih licin dan kenyal. Karakter tersebut membuat soun cukup sering digunakan dalam makanan berkuah karena dapat menyerap rasa dari kaldu dan bumbu.

Baca Juga: Bentuknya Mirip Bintang, Ternyata Ini Rahasia Aroma Khas Bunga Lawang dalam Kuliner

Terasa Berbeda Saat Dimakan

Perbedaan bahan dasar akhirnya memengaruhi tekstur kedua mi tersebut.

Bihun cenderung terasa lebih lembut dan mudah terputus ketika digigit. Sementara itu, soun memiliki tekstur yang lebih kenyal, licin, dan elastis.

Perbedaan tersebut sebenarnya cukup mudah dirasakan ketika keduanya berada dalam satu mangkuk.

Bihun terasa lebih ringan dan lembut, sedangkan soun memberikan sensasi kenyal ketika dikunyah.

Sama-Sama Cocok Jadi Isian Bakso

Meskipun berbeda, keduanya sama-sama dapat digunakan sebagai pelengkap bakso.

Bihun biasanya memberikan tekstur lembut yang menyatu dengan kuah, sedangkan soun menawarkan sensasi lebih kenyal. Pemilihannya kembali pada selera masing-masing.

Tidak heran jika ketika memesan bakso, ada pembeli yang lebih menyukai bihun dan ada pula yang memilih soun.

Cara Membedakannya Tidak Sulit

Jika masih bingung membedakan keduanya, warna dan tekstur bisa menjadi petunjuk sederhana.

Bihun cenderung berwarna putih dan lebih mudah patah, sedangkan soun terlihat lebih transparan serta terasa licin dan kenyal setelah dimasak.

Selain itu, bahan dasarnya juga menjadi pembeda utama. Bihun umumnya berasal dari tepung beras, sementara soun dibuat dari pati, yang paling umum adalah pati kacang hijau.

Sekilas memang sulit dibedakan, tetapi setelah mengetahui bahan dasar dan karakter teksturnya, perbedaan keduanya akan lebih mudah dikenali saat menikmati semangkuk bakso.

(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : IDN Times, Fimela
Bihun Soun kuliner bahan makanan bakso