Jawa Pos Radar Lawu - Saat berada di dapur, talenan menjadi salah satu perlengkapan yang hampir selalu digunakan.
Bentuknya pun terlihat sederhana, biasanya berupa papan datar untuk memotong berbagai bahan makanan.
Namun, coba perhatikan bagian ujungnya. Beberapa talenan memiliki sebuah lubang yang cukup besar.
Sekilas, bagian tersebut terlihat seperti desain biasa atau sekadar pemanis.
Padahal, lubang pada talenan mempunyai beberapa kegunaan yang membuat aktivitas memasak menjadi lebih praktis.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih, Ini Perbedaan Talenan Kayu dan Plastik untuk Dapur
Bukan Sekadar Lubang
Salah satu fungsi utama lubang pada ujung talenan adalah sebagai pegangan. Pengguna dapat memasukkan jari atau memegang bagian tersebut ketika hendak mengangkat dan memindahkan talenan.
Desain ini cukup membantu ketika talenan sudah digunakan untuk memotong bahan makanan dan perlu dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya.
Selain itu, lubang juga dapat dimanfaatkan untuk menggantung talenan setelah selesai digunakan.
Dengan cara tersebut, talenan tidak harus diletakkan begitu saja di atas meja atau disimpan di dalam lemari. Peralatan bisa digantung pada kait atau pegangan yang tersedia di area dapur.
Membantu Memindahkan Bahan Makanan
Lubang pada beberapa model talenan juga berkaitan dengan cara memindahkan bahan makanan setelah dipotong.
Ketika sayuran, buah, bawang, atau bahan lainnya sudah terkumpul di atas talenan, papan tersebut dapat diangkat dengan lebih mudah menggunakan bagian lubangnya sebagai pegangan.
Meski begitu, fungsi ini tetap bergantung pada desain talenan. Lubang yang dibuat sebagai pegangan tidak selalu dirancang untuk menjadi jalur khusus bahan makanan. Karena itu, tidak semua talenan berlubang bisa digunakan dengan cara yang sama.
Baca Juga: Bikin Bumbu Halus Lebih Praktis, 5 Alat Dapur Ini Bisa Jadi Pilihan
Bisa Membuat Talenan Lebih Mudah Disimpan
Dapur dengan ruang terbatas membutuhkan cara penyimpanan yang praktis. Kehadiran lubang pada talenan bisa membantu menghemat tempat karena peralatan dapat digantung secara vertikal.
Talenan juga menjadi lebih mudah diambil ketika dibutuhkan. Pengguna cukup menariknya dari kait tanpa harus membuka lemari atau menumpuknya bersama perlengkapan dapur lainnya.
Selain dari sisi fungsi, lubang tersebut juga membuat desain talenan terlihat berbeda dibandingkan papan potong biasa.
Perhatikan Kebersihannya
Meski ukurannya kecil, bagian lubang tetap perlu dibersihkan ketika talenan selesai digunakan.
Sisa bahan makanan bisa menempel di sekitar lubang, terutama jika talenan digunakan untuk memotong bahan yang basah atau berminyak.
Setelah dicuci, talenan sebaiknya dikeringkan dengan baik sebelum disimpan.
Jika talenan memiliki lubang untuk menggantung, bagian tersebut juga perlu dipastikan tidak menyimpan air.
Hal ini penting agar talenan tetap bersih dan tidak mudah menimbulkan bau akibat kondisi lembap.
Setiap Desain Bisa Memiliki Fungsi Berbeda
Tidak semua talenan dibuat dengan bentuk yang sama. Ada talenan kayu, plastik, bambu, hingga material lainnya. Ukuran dan desain lubangnya pun dapat berbeda.
Pada sebagian produk, lubang dibuat cukup besar untuk memasukkan tangan.
Pada model lain, ukurannya lebih kecil dan lebih ditujukan sebagai tempat menggantung.
Jadi, keberadaan lubang di ujung talenan sebenarnya bukan sekadar ornamen.
Bagian kecil tersebut dapat membuat talenan lebih mudah dipegang, dipindahkan, dan disimpan.
Tak heran jika desain seperti ini cukup sering ditemukan pada berbagai perlengkapan dapur.
Bagi yang selama ini mengira lubang tersebut hanya untuk mempercantik tampilan, ternyata ada fungsi praktis di balik desain sederhana itu.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Parade, Homemaking