Jawa Pos Radar Lawu - Rasa asam sering menjadi sentuhan kecil yang membuat sebuah masakan terasa lebih segar.
Mulai dari sayur asem hingga berbagai hidangan berbumbu khas Sumatera, bahan pengasam punya peran cukup penting dalam kuliner Nusantara.
Bersama aneka rempah, bahan tersebut membantu membentuk rasa khas pada setiap masakan.
Namun, tidak semua bahan yang memberikan rasa kecut memiliki karakter yang sama.
Ada asam jawa yang cukup akrab digunakan sebagai bumbu dapur dalam masakan sehari-hari, ada pula asam kandis yang banyak ditemukan dalam hidangan khas Sumatera.
Keduanya memang sama-sama memakai nama asam, tetapi ternyata berasal dari tanaman yang berbeda.
Bentuk, rasa, hingga penggunaannya sebagai bumbu dan rempah masakan pun tidak sepenuhnya sama.
Baca Juga: Dibalik Kuah Hitamnya Rawon, Ada Kluwek dengan Cita Rasa yang Unik dari Pohon Kepayang
Asam Jawa dan Asam Kandis Berasal dari Tanaman Berbeda
Asam jawa berasal dari pohon Tamarindus indica, sedangkan asam kandis berasal dari tanaman Garcinia xanthochymus.
Asam kandis masih berkerabat dengan beberapa tanaman dari kelompok Garcinia, termasuk manggis.
Asam jawa sendiri sebenarnya bukan tanaman asli Jawa meskipun menggunakan nama tersebut.
Tanaman ini diketahui berasal dari kawasan Afrika dan kemudian menyebar ke berbagai wilayah tropis.
Sementara itu, asam kandis lebih dikenal dalam tradisi kuliner di wilayah Sumatera.
Bentuknya Juga Tidak Sama
Ketika berada di pasar, keduanya cukup mudah dibedakan jika sudah mengetahui cirinya.
Asam jawa umumnya dijual dalam bentuk gumpalan daging buah berwarna cokelat.
Teksturnya cenderung lembut dan berserat, bahkan terkadang masih terdapat biji keras di dalamnya.
Berbeda dengan asam kandis yang biasanya dijual dalam keadaan kering.
Bentuknya berupa kepingan buah yang tipis dan berkerut dengan warna cokelat tua hingga kehitaman.
Perbedaan bentuk tersebut membuat keduanya sebenarnya cukup mudah dikenali, terutama ketika sudah berada dalam bentuk siap masak.
Rasa Asamnya Punya Karakter Berbeda
Bukan hanya tampilannya yang berbeda, rasa yang dihasilkan juga memiliki karakter masing-masing.
Asam jawa memberikan rasa asam yang berpadu dengan sedikit rasa manis alami.
Karena karakter tersebut, bahan ini cukup fleksibel digunakan dalam berbagai jenis masakan maupun minuman.
Sementara itu, asam kandis memiliki rasa asam yang lebih tajam dan cenderung memberikan sedikit sensasi pahit.
Karakter tersebut justru membuatnya cocok untuk hidangan yang membutuhkan rasa asam yang kuat.
Pemilihan bahan pengasam pun akhirnya bisa memengaruhi rasa akhir masakan.
Penggunaan dalam Kuliner Tidak Sama
Asam jawa banyak digunakan dalam berbagai hidangan Nusantara. Salah satu yang paling mudah dikenali adalah sayur asem.
Ketika daging asam jawa dilarutkan dalam masakan, warna kuah dapat berubah menjadi sedikit kecokelatan dan keruh.
Selain masakan, asam jawa juga dapat dimanfaatkan untuk membuat minuman tradisional, termasuk jamu.
Bahan ini juga dikenal dalam pembuatan saus atau kuah pada sejumlah hidangan, salah satunya pempek.
Asam Kandis Identik dengan Masakan Sumatera
Asam kandis memiliki hubungan yang cukup kuat dengan kuliner Sumatera.
Rempah ini sering digunakan dalam masakan yang kaya bumbu dan membutuhkan rasa asam sebagai penyeimbang.
Beberapa hidangan yang dapat menggunakan asam kandis antara lain gulai, asam padeh, dan rendang.
Penggunaannya dalam masakan membantu menghadirkan rasa asam sekaligus menyeimbangkan rasa gurih, pedas, dan kaya rempah yang menjadi karakter berbagai hidangan tersebut.
Apakah Asam Jawa Bisa Menggantikan Asam Kandis?
Asam jawa memang dapat digunakan sebagai pengganti asam kandis. Namun, hasil akhirnya tidak akan benar-benar sama.
Perbedaan karakter rasa menjadi alasan utamanya. Asam jawa memiliki sentuhan manis, sedangkan asam kandis memberikan rasa asam yang lebih tajam dengan sedikit rasa pahit.
Karena itu, jika sebuah resep secara khusus membutuhkan asam kandis, penggunaan asam jawa mungkin akan membuat rasa hidangan sedikit berubah.
Asam kandis tidak selalu menjadi pengganti yang tepat untuk hidangan yang membutuhkan karakter manis-asam dari asam jawa.
Baca Juga: Sambal Mangga, Perpaduan Rasa Pedas dan Asam yang Sulit Ditolak
Cara Menyimpan Keduanya Juga Perlu Diperhatikan
Asam jawa dapat ditempatkan dalam wadah tertutup dan disimpan jauh dari paparan sinar matahari langsung.
Sementara itu, asam kandis yang sudah dikeringkan sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah kedap udara dan diletakkan di tempat yang sejuk serta kering.
Penyimpanan yang baik dapat membantu mencegah bahan menjadi lembap dan berjamur.
Pada akhirnya, keduanya berasal dari tanaman berbeda, memiliki bentuk serta karakter rasa yang berbeda, dan digunakan dalam jenis kuliner yang berbeda pula.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Bobogrid, Halodoc