Jawa Pos Radar Lawu - Memotong bahan makanan menjadi salah satu tahap penting dalam menyiapkan berbagai hidangan kuliner.
Namun, pekerjaan tersebut bisa terasa lebih lama ketika bahan sulit dipotong atau hasil irisannya mulai kurang rapi.
Tangan pun terkadang harus mengeluarkan tenaga lebih besar untuk menekan alat pemotong.
Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda bahwa mata pisau mulai kehilangan ketajamannya.
Jika dibiarkan, pisau tumpul justru dapat membuat proses memotong menjadi kurang aman karena membutuhkan tekanan lebih besar.
Tak harus selalu membeli yang baru, mata pisau yang mulai tumpul bisa diasah kembali di rumah dengan teknik dan alat yang sesuai.
Baca Juga: Tak Cukup Lihat Ketajaman, Ini Cara Memilih Pisau Dapur yang Tepat
Cara Mengasah Pisau Dapur agar Kembali Tajam
1. Gunakan Batu Asah
Batu asah atau whetstone bisa menjadi pilihan bagi yang ingin mengasah pisau secara manual.
Sebelum digunakan, rendam batu asah dalam air selama sekitar 5 hingga 10 menit.
Setelah itu, letakkan batu di permukaan yang stabil. Gunakan kain atau handuk di bawahnya agar batu tidak mudah bergeser.
Posisikan pisau dengan kemiringan yang sesuai, lalu gesekkan mata pisau pada permukaan batu dalam satu arah.
Berikan tekanan sedang dan jaga gerakannya tetap stabil agar seluruh bagian mata pisau terkena batu secara merata.
Setelah satu sisi selesai, lanjutkan pada sisi lainnya. Bila batu memiliki permukaan kasar dan halus, gunakan bagian kasar terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan permukaan yang lebih halus untuk merapikan mata pisau.
2. Pakai Penajam Manual
Penajam manual menjadi pilihan yang lebih praktis karena tidak membutuhkan listrik.
Alat ini biasanya memiliki dua bagian, yaitu slot kasar atau coarse dan slot halus atau fine.
Jika kondisi pisau cukup tumpul, mulai dari slot coarse. Masukkan bagian mata pisau sesuai jalurnya, kemudian tarik secara perlahan dari bagian dekat gagang menuju ujung.
Ulangi beberapa kali dengan tekanan yang terkontrol. Setelah mata pisau mulai terbentuk kembali, lanjutkan menggunakan slot fine untuk merapikan hasil asahan.
Hindari gerakan menggesek pisau secara bolak-balik di dalam slot. Tarik pisau dalam satu arah agar proses pengasahan lebih terkontrol.
3. Manfaatkan Penajam Elektrik
Bagi yang ingin proses lebih cepat, penajam elektrik bisa menjadi pilihan.
Penggunaannya juga relatif sederhana karena alat bekerja dengan bantuan mesin.
Hubungkan alat ke sumber listrik, kemudian nyalakan sesuai petunjuk penggunaan.
Masukkan pisau ke slot pengasahan dan tarik secara perlahan dalam satu arah.
Beberapa alat memiliki tahap pengasahan berbeda, mulai dari menajamkan hingga menghaluskan mata pisau.
Setelah selesai, pisau perlu dibersihkan sebelum kembali digunakan untuk menyiapkan makanan.
Perhatikan Sudut Saat Mengasah
Teknik pengasahan tidak hanya bergantung pada alat. Sudut kemiringan pisau juga perlu diperhatikan.
Salah satu panduan menyebutkan sudut sekitar 15 hingga 20 derajat, sedangkan teknik menggunakan batu asah tertentu dapat memakai sudut sekitar 22 derajat. Pilihan sudut dapat menyesuaikan jenis pisau dan alat yang digunakan.
Hal terpenting adalah menjaga posisi tetap stabil selama proses pengasahan.
Sudut yang berubah-ubah dapat membuat hasil ketajaman tidak merata.
Jangan Langsung Digunakan Setelah Diasah
Setelah selesai diasah, pisau sebaiknya tidak langsung dipakai memotong bahan makanan.
Bersihkan terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa partikel logam yang mungkin tertinggal pada permukaan mata pisau.
Pisau dapat dicuci menggunakan air dan sabun pencuci piring, kemudian dikeringkan sampai benar-benar tidak ada air yang tersisa.
Penyimpanan juga perlu diperhatikan. Letakkan pisau di tempat yang aman dan kering agar mata pisau tidak mudah rusak serta mengurangi risiko melukai tangan saat mengambilnya.
Mengasah pisau secara tepat bukan hanya membuat proses memasak terasa lebih nyaman.
Pisau yang kembali tajam juga membantu menghasilkan potongan yang lebih rapi tanpa harus memberikan tekanan berlebihan.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : AZKO, Jakartanotebook