Jawa Pos Radar Lawu - Semangkuk mie ayam biasanya terasa kurang lengkap tanpa tambahan sayuran.
Di antara mie, potongan ayam, dan kuah gurih, sayuran memberi rasa serta tekstur berbeda yang membuat satu porsi terasa lebih seimbang.
Jenis sayuran yang digunakan pun bisa berbeda. Ada penjual yang memilih sawi hijau karena teksturnya lebih renyah dan rasanya khas, sementara sebagian lainnya menggunakan sawi putih yang terasa lebih lembut dan ringan.
Meski sama-sama bisa menjadi pelengkap mie ayam, sawi putih dan sawi hijau memiliki karakter yang cukup berbeda. Perbedaannya dapat dilihat dari bentuk, rasa, tekstur, hingga cara mengolahnya.
Baca Juga: Sama-Sama Rimpang, Ternyata Temu Kunci dan Kencur Punya Banyak Perbedaan
Sawi Putih dan Sawi Hijau, Apa Bedanya?
1. Bentuk dan Warna
Perbedaan paling mudah terlihat dari tampilannya. Sawi putih memiliki daun berwarna hijau muda dengan bagian batang yang cenderung putih dan tebal. Daunnya tersusun rapat membentuk bonggol.
Sementara itu, sawi hijau memiliki warna hijau yang lebih kuat. Daunnya tumbuh lebih terbuka dengan batang yang umumnya berwarna hijau muda hingga putih kehijauan.
Karena bentuknya berbeda, keduanya juga memberikan tampilan yang berbeda ketika dimasukkan ke dalam semangkuk mie ayam.
2. Rasa yang Dihasilkan
Dari segi rasa, sawi putih cenderung lebih ringan dan memiliki sedikit rasa manis alami.
Karakternya tidak terlalu kuat sehingga mudah menyatu dengan kuah atau bumbu makanan.
Sawi hijau memiliki rasa yang lebih khas. Sayuran ini bisa memberikan sedikit rasa pahit atau getir, terutama jika dimasak terlalu lama.
Karakter tersebut justru menjadi salah satu ciri yang membuat sawi hijau sering digunakan sebagai pendamping makanan gurih.
Baca Juga: Kenali Bedanya Jahe dan Kencur dari Bentuk hingga Aromanya
Untuk mie ayam, pilihan keduanya bisa disesuaikan dengan selera. Sawi putih cocok bagi yang menyukai rasa sayuran lebih lembut, sedangkan sawi hijau memberikan sensasi rasa yang lebih kuat.
Perbedaan Tekstur Saat Dimasak
Tekstur juga menjadi salah satu hal yang membedakan kedua jenis sawi tersebut.
Sawi putih memiliki bagian batang yang cukup berair dan renyah. Setelah dimasak, teksturnya menjadi lebih lembut tetapi masih menyisakan sedikit kerenyahan jika tidak dimasak terlalu lama.
Sawi hijau juga bisa terasa renyah, terutama pada bagian batangnya. Daunnya lebih cepat layu ketika terkena panas, sehingga waktu memasaknya perlu diperhatikan.
Mana yang Cocok untuk Mie Ayam?
Keduanya sebenarnya sama-sama bisa digunakan sebagai pelengkap mie ayam. Pilihan akhirnya kembali pada karakter yang ingin didapatkan.
Sawi hijau cocok jika ingin mempertahankan cita rasa yang lebih khas dan warna hijau yang mencolok.
Sementara sawi putih bisa menjadi pilihan jika ingin tambahan sayuran dengan rasa lebih ringan dan sedikit manis.
Cara memasaknya pun cukup sederhana. Sawi dapat direbus sebentar hingga tingkat kematangannya sesuai selera, kemudian ditiriskan sebelum diletakkan di atas mie.
Jangan Masak Sawi Terlalu Lama
Terlepas dari jenis yang digunakan, sawi sebaiknya tidak dimasak terlalu lama.
Pemanasan berlebihan dapat membuat sayuran kehilangan tekstur renyahnya dan berubah menjadi terlalu lembek.
Untuk sajian seperti mie ayam, sayuran cukup dicelupkan atau direbus sebentar sampai layu.
Setelah itu, langsung tiriskan dan tambahkan ke dalam mangkuk bersama mie, ayam, serta pelengkap lainnya.
Sawi putih menawarkan rasa lebih ringan dan sedikit manis, sedangkan sawi hijau memiliki cita rasa yang lebih kuat dengan aroma sayuran yang khas.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Jawa Pos