Jawa Pos Radar Lawu - Dua jajanan tradisional berbalut daun pisang sering membuat orang harus melihatnya lebih teliti sebelum menentukan pilihan.
Bentuknya sama-sama memanjang, bagian luarnya dibungkus daun pisang, dan keduanya menggunakan bahan makanan yang berasal dari beras. Namun, ketika digigit, perbedaannya mulai terasa.
Lemper dan arem-arem memang sekilas sulit dibedakan. Padahal, kedua jajanan tersebut memiliki karakter yang berbeda, mulai dari bahan utama, isian, tekstur, proses memasak, ukuran, hingga cara menikmatinya.
Baca Juga: Sering Tertukar Saat Memasak? Ini 5 Perbedaan Merica dan Ketumbar
1. Jenis Berasnya Tidak Sama
Hal pertama yang membedakan lemper dan arem-arem adalah bahan dasar yang digunakan.
Lemper umumnya dibuat dari beras ketan putih. Kandungan pati pada ketan membuat teksturnya lebih lengket, pulen, dan kenyal.
Sebelum diolah, beras ketan biasanya direndam terlebih dahulu agar teksturnya lebih mudah matang dan menghasilkan kekenyalan yang khas.
Sementara itu, arem-arem menggunakan beras putih. Teksturnya cenderung lebih padat dan tidak terlalu lengket seperti lemper.
Karena karakter tersebut, arem-arem terkadang tampak menyerupai lontong, meskipun keduanya memiliki perbedaan pada bagian isian.
2. Bagian Isian Punya Ciri Khas Masing-Masing
Ketika dibelah, perbedaan berikutnya akan langsung terlihat dari isiannya.
Lemper secara umum menggunakan isian berupa abon atau daging ayam yang telah disuwir.
Ada pula variasi lemper dengan isian daging lainnya sesuai kreasi pembuatnya.
Arem-arem mempunyai pilihan isian yang lebih beragam. Isinya dapat berupa sambal goreng, tempe, wortel, kentang, hingga daging ayam cincang.
Variasi tersebut membuat bagian tengah arem-arem terlihat lebih berwarna dan memberikan sensasi berbeda ketika disantap.
Meski begitu, saat ini kedua jajanan tersebut sudah memiliki banyak variasi sehingga isian bukan satu-satunya patokan untuk membedakannya.
3. Cara Memasaknya Berbeda
Proses membuat lemper
Beras ketan biasanya direndam terlebih dahulu sebelum dimasak. Setelah itu, ketan dikukus bersama santan sampai matang dan memiliki tekstur pulen.
Ketan yang sudah matang kemudian diberi isian dan dibungkus menggunakan daun pisang.
Setelah dibungkus, lemper sebenarnya sudah dapat langsung disajikan.
Lemper juga bisa melalui proses tambahan dengan cara dipanggang atau dibakar.
Cara ini membuat bagian luar daun pisang mengeluarkan aroma khas yang kemudian berpadu dengan rasa gurih ketan dan isiannya.
Baca Juga: Sama-Sama Bumbu Dapur, Kenali Perbedaan Kemiri dan Pala dari Bentuk hingga Aromanya
Proses membuat arem-arem
Arem-arem memiliki tahapan yang sedikit berbeda. Beras putih dimasak terlebih dahulu bersama santan hingga kondisinya setengah matang.
Beras tersebut kemudian diberi isian, dibungkus menggunakan daun pisang, lalu dikukus kembali sampai seluruh bagian matang.
Jadi, proses pematangan arem-arem masih berlanjut setelah nasi dan isian dibungkus.
4. Ukurannya Tidak Sama
Kalau diletakkan berdampingan, ukuran juga dapat menjadi petunjuk untuk membedakan keduanya.
Lemper biasanya berukuran lebih kecil. Jajanan ini sering dibuat dalam ukuran yang cukup untuk sekali atau beberapa kali suapan sehingga praktis disantap sebagai camilan.
Sementara itu, arem-arem cenderung memiliki ukuran lebih besar. Tekstur nasinya yang lebih padat membuat satu buah arem-arem dapat terasa cukup mengenyangkan, sehingga sering dijadikan pilihan untuk sarapan atau makanan pengganjal lapar.
5. Cara Menikmatinya Juga Punya Kebiasaan Berbeda
Lemper dapat langsung disantap setelah proses pembungkusan selesai.
Namun, ada pula lemper yang dipanggang atau dibakar terlebih dahulu.
Proses tersebut memberikan aroma smoky pada bagian luar dan membuat cita rasanya semakin khas.
Arem-arem juga bisa langsung dimakan setelah matang. Di sejumlah daerah, jajanan ini bahkan kerap dijadikan teman sarapan bersama gorengan seperti tahu isi, tempe goreng, bakwan, atau risoles. Cabai rawit juga sering disertakan untuk memberikan rasa pedas.
Ada pula penyajian arem-arem yang dilengkapi bumbu kacang dengan cita rasa gurih dan sedikit manis.
Lemper dan Arem-Arem Sama-Sama Punya Daya Tarik
Meskipun bentuk luarnya hampir serupa, lemper dan arem-arem sebenarnya mempunyai karakter masing-masing.
Lemper lebih mudah dikenali dari ketan yang pulen dan lengket dengan isian seperti ayam suwir atau abon.
Sementara arem-arem menggunakan nasi dari beras putih dengan tekstur lebih padat serta pilihan isian yang lebih beragam.
Keduanya juga sama-sama menunjukkan bagaimana daun pisang dapat digunakan bukan hanya sebagai pembungkus, tetapi juga memberikan aroma tersendiri pada makanan.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Baking World, IDN Times