Jawa Pos Radar Lawu - Rak bumbu dapur bisa menjadi tempat yang membingungkan, terutama ketika beberapa rempah memiliki bentuk yang hampir serupa.
Kemiri dan pala menjadi dua bahan yang cukup sering tertukar. Padahal, keduanya memiliki karakter berbeda, mulai dari tampilan, aroma, rasa, hingga kegunaannya dalam berbagai olahan kuliner.
Kesalahan memilih salah satu di antaranya juga dapat memengaruhi hasil masakan.
Pala lebih dikenal karena aroma dan rasa hangatnya, sedangkan kemiri banyak dimanfaatkan untuk memberikan rasa gurih sekaligus membantu membuat kuah lebih kental.
Baca Juga: Sering Tertukar Saat Memasak? Ini 5 Perbedaan Merica dan Ketumbar
Kemiri dan Pala Punya Bentuk yang Berbeda
Cara paling sederhana untuk membedakan kedua rempah ini dengan memperhatikan bentuk dan warna.
Pala yang digunakan sebagai rempah umumnya berupa biji pala. Bentuknya cenderung lonjong dengan permukaan yang memiliki kerutan.
Warnanya juga lebih gelap, cokelat tua. Ukurannya kurang lebih sebesar ibu jari dan bentuknya memanjang.
Sementara itu, kemiri memiliki bentuk yang lebih bulat dan melebar. Bagian tertentu pada kemiri biasanya terlihat sedikit menonjol dengan ujung yang tumpul. Warnanya putih kekuningan dan permukaannya relatif halus.
Dengan melihat bentuknya, perbedaan keduanya sebenarnya cukup mudah dikenali.
Rasa dan Aroma Keduanya Tidak Sama
1. Pala Beraroma Harum dan Hangat
Pala mempunyai aroma yang khas dan cukup kuat. Rempah ini juga memberikan sensasi rasa hangat serta sedikit pedas ketika digunakan dalam masakan.
Karakter tersebut membuat pala cocok untuk berbagai hidangan yang membutuhkan aroma rempah lebih menonjol, seperti gulai, kari, rendang, sate Padang, hingga sup.
2. Kemiri Cenderung Gurih
Berbeda dari pala, kemiri memiliki rasa yang lebih ringan. Ketika masih mentah, kemiri mempunyai rasa gurih menyerupai kacang.
Namun, kemiri mentah tidak sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Untuk kebutuhan memasak, kemiri umumnya diproses terlebih dahulu sebelum dihaluskan dan dicampurkan ke dalam bumbu.
Cara Mengolah Kemiri dan Pala Juga Berbeda
Kemiri dan pala sama-sama dapat dihaluskan dengan cara ditumbuk atau diparut. Meski demikian, perlakuan sebelum proses tersebut tidak selalu sama.
Biji pala dapat langsung ditumbuk atau diparut sesuai kebutuhan. Sementara itu, kemiri lebih baik disangrai atau dibakar terlebih dahulu sampai matang dan aromanya keluar.
Baca Juga: Kenali Bedanya Jahe dan Kencur dari Bentuk hingga Aromanya
Setelah matang, kemiri dapat dihaluskan bersama bumbu lainnya. Proses tersebut juga membantu menghasilkan aroma yang lebih sedap.
Kegunaannya dalam Masakan Tidak Sama
Perbedaan karakter membuat kedua rempah memiliki fungsi yang berbeda di dapur.
Pala lebih banyak dimanfaatkan sebagai pemberi aroma dan penguat rasa.
Kandungan minyak atsiri di dalamnya turut memberikan aroma khas pada makanan.
Rempah ini sering digunakan untuk masakan berkuah, bersantan, maupun hidangan dengan bumbu yang kuat.
Kemiri memiliki fungsi yang lebih beragam. Selain menambahkan rasa gurih, bahan ini dapat membantu menghasilkan tekstur kuah yang lebih kental.
Kemiri sering ditemukan dalam berbagai hidangan seperti opor, soto, rawon, dan semur.
Rempah tersebut juga menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan dalam berbagai bumbu dasar masakan Indonesia.
Cara Menyimpan Kemiri dan Pala
Pala Sebaiknya Disimpan Utuh
Biji pala sebaiknya ditempatkan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan benar-benar kering.
Simpan di tempat yang teduh serta tidak terkena cahaya secara langsung.
Untuk mempertahankan aromanya, pala lebih baik disimpan dalam bentuk utuh.
Kandungan minyak atsiri di dalamnya membantu menjaga aroma rempah secara alami.
Jika sudah dihaluskan menjadi bubuk, kandungan minyak atsirinya dapat berkurang sehingga aroma khas pala juga lebih cepat melemah.
Kemiri Perlu Disangrai Terlebih Dahulu
Berbeda dengan pala, kemiri dapat disangrai tanpa menggunakan minyak sebelum disimpan.
Proses tersebut dilakukan sampai permukaannya berubah menjadi kecokelatan.
Setelah selesai disangrai, biarkan kemiri benar-benar dingin. Kemudian masukkan ke dalam wadah kedap udara dan simpan di tempat yang sesuai.
Cara ini dapat membantu membuat kemiri lebih tahan disimpan sekaligus mengurangi risiko munculnya kutu bubuk yang dapat membuat bagian dalam kemiri menjadi berongga.
Jangan Lagi Tertukar Saat Memasak
Kemiri dan pala memang sama-sama termasuk bahan yang akrab dalam masakan Indonesia, tetapi karakter keduanya cukup berbeda.
Pala lebih mudah dikenali dari bentuknya yang lonjong, warna cokelat tua, serta aroma harum dan rasa hangat.
Sementara itu, kemiri memiliki bentuk lebih bulat, warna putih kekuningan, serta rasa gurih yang dapat membantu memperkaya bumbu dan mengentalkan masakan.
Dengan mengenali perbedaan tersebut, memilih rempah saat memasak menjadi lebih mudah.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : resepkoki, IDN Times