Jawa Pos Radar Lawu - Bagi yang sering berkutat di dapur, merica dan ketumbar tentu bukan bumbu yang asing.
Keduanya kerap digunakan untuk memperkaya rasa masakan dan biasanya disimpan berdekatan di rak bumbu.
Namun, karena bentuknya sama-sama kecil dan bulat, merica dan ketumbar terkadang sulit dibedakan, terutama ketika masih dalam bentuk biji.
Padahal, kedua rempah ini memiliki karakter rasa dan aroma yang berbeda.
Salah memilihnya bisa membuat cita rasa masakan berubah dari yang seharusnya.
Agar tidak kembali keliru, ada beberapa perbedaan merica dan ketumbar yang mudah dikenali.
Baca Juga: Kuliner Khas Papua yang Namanya Sering Disalahpahami, Ikan Bakar Manokwari
1. Bentuknya Memiliki Ciri Berbeda
Cara paling mudah membedakan keduanya adalah dengan memperhatikan bentuk fisiknya.
Merica umumnya berbentuk bulat dengan permukaan yang lebih padat. Merica hitam memiliki kulit berwarna gelap dan bertekstur keriput, sedangkan merica putih cenderung berwarna putih kekuningan dengan permukaan lebih halus.
Sementara itu, biji ketumbar biasanya berukuran kecil dan memiliki warna cokelat muda kekuningan. Permukaannya juga memiliki garis atau alur yang terlihat cukup jelas.
Dengan melihat bentuknya secara lebih dekat, keduanya sebenarnya cukup mudah dibedakan.
2. Aroma Merica Lebih Tajam
Selain bentuk, aroma bisa menjadi petunjuk ketika ingin membedakan kedua rempah ini.
Merica memiliki aroma yang lebih kuat, tajam, dan khas. Saat dihancurkan, aromanya akan semakin terasa dan biasanya memberikan sensasi hangat pada hidung.
Berbeda dengan ketumbar yang memiliki aroma lebih lembut. Biji ketumbar menghasilkan wangi khas yang cenderung hangat, harum, sedikit manis, dan memiliki sentuhan seperti citrus.
Perbedaan aromanya membuat keduanya menghasilkan karakter masakan yang berbeda pula.
3. Rasa yang Dihasilkan Tidak Sama
Merica dikenal karena sensasi pedas dan hangatnya. Karena itu, rempah ini sering digunakan untuk memberikan rasa yang lebih kuat pada sup, tumisan, mi, hingga berbagai olahan daging.
Ketumbar justru lebih banyak memberikan aroma gurih dan harum pada masakan.
Rasanya tidak setajam merica dan memiliki sedikit karakter manis serta citrus.
Inilah alasan merica dan ketumbar tidak selalu bisa saling menggantikan.
Meskipun sama-sama termasuk bumbu dapur, fungsi keduanya dalam resep cukup berbeda.
Baca Juga: Namanya Bubur Pedas Tapi Kok Tidak Pedas? Ini Asal Usul Kuliner Khas Pontianak
4. Penggunaannya dalam Masakan Berbeda
Merica sering menjadi pilihan ketika masakan membutuhkan rasa pedas yang ringan sekaligus sensasi hangat.
Bubuk merica juga kerap ditambahkan menjelang akhir proses memasak agar aromanya tetap terasa.
Sementara itu, ketumbar banyak digunakan sebagai bagian dari bumbu dasar.
Biji ketumbar biasanya disangrai atau langsung dihaluskan bersama rempah lain untuk membuat bumbu ayam goreng, tempe, tahu, daging, dan berbagai hidangan Nusantara.
Penggunaan yang tepat akan membantu mempertahankan cita rasa masakan sesuai resep.
5. Cara Menyimpannya Juga Perlu Diperhatikan
Baik merica maupun ketumbar sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat.
Tempatkan rempah di lokasi yang kering, sejuk, dan tidak terkena sinar matahari secara langsung agar aroma serta kualitasnya lebih terjaga.
Jika memungkinkan, gunakan rempah dalam bentuk biji dan haluskan sesuai kebutuhan.
Cara ini dapat membantu mempertahankan aroma khas rempah lebih lama dibandingkan menyimpan bumbu yang sudah digiling terlalu lama.
Cara Cepat Membedakan Merica dan Ketumbar
Jika masih sering tertukar, gunakan tiga cara sederhana. Pertama, lihat bentuknya.
Merica cenderung lebih padat, sedangkan ketumbar memiliki alur pada permukaannya.
Kedua, cium aromanya. Merica memiliki aroma tajam dan hangat, sementara ketumbar lebih harum dengan sentuhan citrus.
Ketiga, perhatikan fungsinya dalam masakan. Merica memberikan sensasi pedas, sedangkan ketumbar lebih menonjolkan aroma gurih dan khas rempah.
Dengan mengenali perbedaannya, kalian tidak perlu lagi ragu saat mengambil bumbu dari rak dapur.
Meski sama-sama berukuran kecil, merica dan ketumbar memiliki karakter yang cukup berbeda dan masing-masing punya peran penting dalam menghasilkan masakan yang lezat.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Halodoc, Fimela