Kuliner Khas Papua yang Namanya Sering Disalahpahami, Ikan Bakar Manokwari

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Source: Unilever Food Solutions
Source: Unilever Food Solutions

Jawa Pos Radar Lawu - Papua memiliki beragam kuliner yang memanfaatkan hasil alam setempat, terutama hasil laut. Salah satunya adalah Ikan Bakar Manokwari, hidangan yang terkenal dengan ikan bakar berbumbu sederhana tetapi disajikan bersama sambal khas yang punya cita rasa pedas dan segar.

Sesuai namanya, makanan ini berasal dari Manokwari, wilayah di Papua Barat. Karena Manokwari berada di kawasan pesisir, ikan menjadi salah satu bahan pangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.

Kenapa Disebut Ikan Bakar Manokwari?

Jawabannya ternyata cukup sederhana. “Manokwari” pada nama makanan tersebut merujuk pada daerah asalnya, bukan nama jenis ikan maupun nama burung.

Ikan Bakar Manokwari disebut demikian karena hidangan tersebut merupakan kuliner khas dari Manokwari. Jadi, penyebutan namanya mirip dengan berbagai makanan Indonesia yang menggunakan nama daerah sebagai identitas, seperti Pempek Palembang atau Soto Lamongan.

Sumber Budaya Indonesia juga mencatat Ikan Bakar Manokwari sebagai makanan khas Manokwari dan menyebut ikan tongkol sebagai salah satu ikan yang biasa digunakan.

Lalu, Apakah Manokwari Itu Nama Burung?

Manokwari adalah nama daerah di Papua Barat, bukan nama burung. Papua sendiri memang terkenal dengan berbagai jenis burung, terutama burung cenderawasih, sehingga mungkin muncul kebingungan mengenai penyebutan nama tersebut.

Jadi, dalam konteks Ikan Bakar Manokwari, kata “Manokwari” tidak ada hubungannya dengan burung. Nama itu menunjukkan asal daerah kulinernya.

Keunikan Ada pada Sambalnya

Kalau biasanya ikan bakar disiram saus kecap atau dibumbui dengan saus sebelum dibakar, Ikan Bakar Manokwari justru punya ciri khas pada sambal yang disajikan setelah ikan matang.

Sambalnya dibuat dari bahan seperti cabai dan bawang merah yang dihaluskan atau digiling kasar. Dalam resep yang dipublikasikan RRI, ikan dapat menggunakan cakalang, ekor kuning, atau tuna, kemudian dibumbui jeruk nipis sebelum dibakar. Setelah matang, ikan disajikan dengan sambal dari cabai rawit dan bawang merah.

Cara penyajian tersebut membuat rasa ikan bakar menjadi lebih pedas, segar, dan kuat. Sambal mentah yang masih memiliki tekstur kasar juga menjadi pembeda utama hidangan ini dari ikan bakar pada umumnya.

Berawal dari Kuliner Pesisir Manokwari

Tidak ada satu catatan sejarah yang benar-benar menjelaskan kapan pertama kali Ikan Bakar Manokwari dibuat. Namun, sumber yang membahas kuliner ini secara konsisten menempatkannya sebagai hidangan khas Manokwari dan bagian dari kuliner Papua.

Kedekatan Manokwari dengan wilayah pesisir membuat ikan laut menjadi bahan yang mudah ditemukan dan kemudian diolah menjadi makanan sehari-hari maupun hidangan khas daerah.

Dari makanan sederhana berbahan ikan segar, hidangan ini kemudian dikenal lebih luas sebagai salah satu kuliner yang wajib dicoba ketika mencicipi makanan khas Papua.

Bukan Cuma Ikan Bakar Biasa

Ikan Bakar Manokwari menunjukkan bahwa sebuah makanan tidak selalu membutuhkan bumbu yang rumit untuk punya karakter kuat. Ikan segar, proses pembakaran, dan sambal mentah yang pedas justru menjadi kombinasi yang membuatnya berbeda.

Jadi, kalau mendengar nama Ikan Bakar Manokwari, jangan mengira Manokwari adalah nama ikan atau burung. Manokwari adalah daerah asal kuliner tersebut, sedangkan burung yang terkenal sebagai ikon fauna Papua adalah cenderawasih. (*)

(Magang, Anggie Putri Wijayanti - Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : budaya indonesia, rri.co.id
kuliner ikan makanan khas manokwari