Jawa Pos Radar Lawu - Ramadan membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha parcel dan hampers di Kota Madiun.
Memasuki pertengahan hingga akhir bulan suci, permintaan parcel Lebaran meningkat signifikan, bahkan menembus ratusan paket untuk satu pemesan.
Permintaan tersebut datang dari berbagai kalangan, mulai dari instansi pemerintahan, perbankan, hingga perusahaan swasta yang ingin mengirimkan bingkisan kepada relasi maupun karyawan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Salah satu pelaku UMKM parcel di Kota Madiun, Tia Rahayu, pemilik Omah Putih Craft, mengaku kebanjiran pesanan sejak awal Ramadan.
Bahkan, untuk Lebaran tahun ini satu instansi memesan hingga 400 paket sekaligus.
“Sekarang pesanan masih terus masuk. Kemarin ada satu instansi pesan sampai 400 paket. Harganya menyesuaikan permintaan,” ujarnya.
Berawal dari Buket Vitamin Saat Pandemi
Usaha parcel tersebut sebenarnya berawal dari masa pandemi Covid-19 pada 2020. Saat itu, usaha kuliner yang dijalankan sempat mengalami penurunan akibat pembatasan aktivitas masyarakat.
Dari situ muncul ide membuat buket vitamin untuk masyarakat yang menjalani isolasi mandiri. Produk tersebut kemudian dipromosikan melalui media sosial.
“Awalnya buket vitamin dan hampers balon transparan. Waktu itu belum ada di Madiun. Dari situ berkembang sampai akhirnya masuk ke parcel,” tuturnya.
Unggahan di media sosial ternyata mendapat respons positif dan memicu meningkatnya pesanan.
Seiring waktu, produk pun berkembang dari buket vitamin hingga hampers, lalu merambah ke parcel Lebaran yang kini menjadi produk andalan setiap Ramadan.
Harga Parcel Mulai Rp50 Ribu hingga Jutaan Rupiah
Parcel mulai digarap lebih serius sejak akhir 2021 setelah mendapat pesanan dari salah satu instansi daerah. Pesanan tersebut menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar.
Harga parcel yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp1 juta, tergantung isi dan konsep yang diinginkan konsumen.
Bahkan, pernah dibuat paket eksklusif dengan nilai lebih dari Rp3 juta yang berisi kerajinan kayu jati.
Tahun ini, paket hemat seharga Rp50 ribu dan parcel set piring senilai Rp185 ribu menjadi yang paling diminati konsumen.
Parcel kombinasi makanan dan peralatan pecah belah juga menjadi pilihan favorit.
Konsumen dapat memilih isi parcel dari katalog yang tersedia atau melakukan permintaan khusus sesuai kebutuhan.
Selain itu, Omah Putih Craft juga menyediakan jasa packing parcel dengan tarif mulai Rp30 ribu hingga Rp200 ribu tergantung tingkat kesulitan dan bahan yang digunakan.
Baca Juga: Ternyata Ini Makna Tradisi Baju Baru saat Lebaran yang Belum Banyak DIketahui Khalayak Umum
Pesanan Datang dari Dalam dan Luar Negeri
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan mendadak, pihak usaha menyiapkan stok parcel siap ambil hingga H-7 Lebaran.
Meski pemesanan biasanya ditutup satu minggu sebelum hari raya, permintaan tetap berdatangan hingga akhir Ramadan.
Promosi produk dilakukan secara aktif melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Menariknya, pesanan tidak hanya datang dari Madiun maupun luar kota, tetapi juga dari luar negeri seperti Inggris dan Taiwan.
Parcel tersebut biasanya dipesan oleh warga yang tinggal di luar negeri untuk dikirimkan kepada keluarga mereka di Indonesia sebagai bentuk perhatian di momen Lebaran.
Saat ini usaha tersebut mempekerjakan empat karyawan dengan omzet bersih bulanan yang dapat mencapai Rp10 juta, tergantung musim dan volume pesanan.
Ke depan, pengembangan produk eksklusif serta perluasan pasar menjadi fokus utama agar usaha tersebut semakin berkembang di tengah tingginya permintaan parcel musiman setiap Ramadan.
“Harapannya usaha ini terus berkembang, karyawan bertambah, dan kami punya produk keramik sendiri,” pungkasnya(*)
*Nizaria, Universitas Negeri surabaya
Editor : Mizan Ahsani