Jawa Pos Radar Lawu - Banyak orang sering melewatkan sarapan, mengikuti tren intermittent fasting tanpa aturan, atau terlalu sibuk sampai lupa makan siang.
Meski terlihat sepele, faktanya kebiasaan ini bisa mengganggu banyak aspek penting dalam tubuh, mulai dari hormon, energi, metabolisme, hingga kesehatan mental.
Lalu, apa saja dampak yang bisa muncul?
1. Kecemasan Meningkat
Saat tubuh terlalu lama tidak mendapat asupan, hormon stres kortisol diproduksi lebih banyak untuk menjaga gula darah. Tingginya kortisol membuat tubuh lebih tegang, gampang gelisah, dan risiko cemas pun meningkat.
2. Energi Drop dan Sulit Fokus
Melewatkan makan berarti tubuh kekurangan kalori, sumber energi utama. Akibatnya, tubuh terasa lemas, otak kekurangan “bahan bakar”, fokus menurun, mood mudah kacau, hingga performa kerja merosot.
3. Sinyal Lapar dan Kenyang Jadi Berantakan
Sering menunda makan bisa mengacaukan hormon ghrelin (lapar) dan leptin (kenyang). Akhirnya, tubuh kehilangan ritme alami: kapan harus makan dan kapan harus berhenti.
4. Rentan Makan Berlebihan
Ketika tubuh ditahan terlalu lama tanpa asupan, kompensasinya bisa muncul dalam bentuk:
- makan berlebihan,
- keinginan kuat terhadap makanan manis atau berlemak,
- pikiran yang terus fokus pada makanan.
Jika dibiarkan, pola ini meningkatkan risiko obesitas dan sindrom metabolik.
5. Berpotensi Kekurangan Nutrisi
Setiap jam makan yang terlewat berarti hilangnya kesempatan tubuh mendapatkan protein, vitamin, mineral, serat, dan nutrisi penting lainnya. Dalam jangka panjang, kekurangan nutrisi bisa memengaruhi imun, metabolisme, hingga kesehatan kulit dan rambut.
6. Picu Masalah Pencernaan
Pola makan yang tidak teratur sering menyebabkan gangguan seperti:
- mual,
- diare,
- sembelit,
- perut kembung atau tidak nyaman.
Ini terjadi karena ritme kerja usus juga ikut terganggu.
7. Tingkatkan Risiko Gangguan Makan
Jika melewatkan makan dilakukan terus-menerus sebagai kebiasaan, tubuh bisa masuk ke pola makan tidak teratur yang meningkatkan risiko gangguan makan, termasuk binge eating disorder.
8. Kehilangan Kenikmatan Makan
Ketika makan hanya dianggap “tugas”, perlahan kamu bisa kehilangan rasa menikmati makanan. Padahal, makan idealnya dilakukan dengan penuh kesadaran: menghargai rasa, tekstur, dan mendengarkan sinyal tubuh.
Melewatkan makan mungkin terlihat sepele, namun dampaknya bisa menjalar ke banyak aspek kesehatan.
Mulai dari hormon stres, pencernaan, energi, hingga kondisi mental.
Jika kamu sering lupa makan karena aktivitas padat, cobalah mulai mengatur jadwal makan yang lebih teratur agar tubuh tetap sehat dan ritme metabolisme tetap seimbang. (fin)
Editor : AA Arsyadani