Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ampo: Warisan Tanah Tuban, Camilan Ekstrim yang Sarat Mitos dan Khasiat

Nur Wachid • Rabu, 29 Oktober 2025 | 12:45 WIB

Ampo, kuliner yang berasal dari tanah liat murni yang dipercaya memberikan khasiat bagi kesehatan
Ampo, kuliner yang berasal dari tanah liat murni yang dipercaya memberikan khasiat bagi kesehatan

Jawa Pos Radar Lawu - Di tengah maraknya kuliner modern yang memanjakan lidah dengan cita rasa manis dan gurih, masyarakat Tuban, Jawa Timur, masih mempertahankan sebuah tradisi kuliner yang membuat banyak orang tertegun: ampo, camilan yang dibuat dari tanah liat murni.

Sekilas terdengar ekstrem, namun bagi sebagian warga Tuban, ampo bukanlah makanan aneh, melainkan warisan leluhur yang menyimpan kisah panjang dan dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan.

Jejak Sejarah dari Masa Paceklik

Sejarah Ampo diyakini sudah berakar sejak ratusan tahun lalu, bahkan sebelum masa penjajahan Belanda.melansir dari Jurnal Solidarity: Jurnal Sosiologi (Universitas Negeri Semarang, 2022), kebiasaan mengonsumsi tanah liat di Jawa Timur bermula dari masa sulit ketika bahan pangan sulit didapat.

Masyarakat kala itu mencoba berbagai cara untuk bertahan hidup, termasuk memanfaatkan tanah liat yang dianggap bersih dan tidak beracun.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan tersebut berubah menjadi tradisi turun-temurun. Di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban, masih ada keluarga yang mempertahankan proses pembuatan ampo secara tradisional hingga lima generasi.

Proses ini bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap budaya lokal.

Dari Tanah Menjadi Camilan: Proses Pembuatan Ampo

Tidak semua tanah bisa dijadikan bahan dasar Ampo. Pembuatnya biasanya memilih tanah liat berwarna abu-abu keputihan dari lapisan tertentu yang dipercaya “suci” atau bebas polusi.

Tanah itu kemudian diuleni seperti adonan, dibentuk panjang menyerupai batang kecil, lalu dipanggang di atas tungku tanah liat tanpa minyak.

Proses ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Ketika dipanggang, Ampo akan mengeras dan berwarna cokelat kehitaman, menghasilkan aroma khas seperti tanah basah setelah hujan.

Saat dimakan, teksturnya lembut dan terasa dingin di mulut — sensasi yang membuat sebagian orang menyebutnya sebagai “rasa bumi yang menenangkan”.

Khasiat Ampo dan Kepercayaan yang Melekat di Masayarakat

Bagi masyarakat Tuban, ampo bukan hanya camilan unik, tetapi juga dipercaya membawa manfaat bagi kesehatan.

Dalam cerita yang diwariskan secara lisan, ampo dianggap dapat membantu meredakan panas dalam, menenangkan lambung, dan membersihkan tubuh dari racun.

Beberapa ibu hamil di pedesaan juga mengaku mengonsumsi ampo untuk mengurangi rasa mual atau sekadar memenuhi rasa ngidam.

Namun, keyakinan tersebut lebih bersifat kultural dan simbolik daripada medis. Ahli gizi dari Universitas Airlangga menjelaskan bahwa belum ada bukti ilmiah kuat mengenai manfaat kesehatan ampo. Sebaliknya,

konsumsi tanah dalam jumlah berlebihan bisa menimbulkan risiko karena kemungkinan adanya logam berat atau mikroorganisme.

Meski demikian, bagi masyarakat lokal, kepercayaan itu tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas kedaerahan mereka.

Di Persimpangan Modernisasi dan Tradisi

Di era modern yang serba higienis, ampo menghadapi tantangan eksistensi. Banyak generasi muda Tuban mulai meninggalkan camilan ini karena dianggap tidak sesuai dengan gaya hidup masa kini.

Padahal, di balik kesederhanaannya, ampo menyimpan nilai budaya yang kuat — simbol ketahanan, kreativitas, dan hubungan manusia dengan alam.

Beberapa pembuat ampo bahkan mulai memperkenalkannya lewat festival kuliner daerah dan konten media sosial.

Baca Juga: ASN Full Senyum! Kenaikan Gaji ASN Masuk Perpres 79/2025, Angin Segar Kesejahteraan Aparatur Negara

Mereka berharap tradisi ini tidak punah, meskipun hanya sebagai bagian dari sejarah kuliner ekstrem Nusantara.

Makna di Balik Ampo: Lebih dari Sekadar Camilan

Ampo mengajarkan bahwa tidak semua hal ekstrem harus dihindari. Di balik kesederhanaan tanah liat yang dipanggang, tersimpan pesan tentang ketabahan dan rasa syukur masyarakat terhadap alam.

Meski kepercayaannya akan khasiat ampo belum terbukti secara ilmiah, nilai budaya dan spiritual yang terkandung di dalamnya membuat kuliner ini tetap menarik untuk dikenang dan dipelajari. (ahyar-mg-uinpo)

 

Editor : Nur Wachid
#warisan budaya #cemilan tradisional #Ampo Khas Tuban #Camilan Unik